macanbolanews.com DOHA – Serangan negara Israel terhadap para pemimpin gerakan Hamas pada Qatar minggu ini dimaksudkan sebagai pukulan telak di pertempuran hampir dua tahun melawan kelompok militan tersebut. Sebaliknya, serangan yang dimaksud menggarisbawahi batas-batas kampanye yang dimaksud gagal mengalahkan kelompok Hamas meskipun terjadi kecacatan yang digunakan luar biasa di tempat Wilayah Gaza kemudian tindakan yang digunakan belum pernah terjadi sebelumnya dalam luar negeri.
Serangan itu, yang digunakan dijalankan pada waktu para pejabat gerakan Hamas mempertimbangkan proposal gencatan senjata baru di area Doha, menandai pertama kalinya negara Israel mengebom ibu kota Qatar.
Hamas mengklaim para pemimpin puncaknya selamat, meskipun bukan memberikan bukti. Awal Menteri negara Israel Benjamin Netanyahu memuji serangan itu sebagai peringatan keras juga berjanji akan menyerang lagi kecuali Qatar mengusir para pejabat Hamas. “Usir dia atau bawa mereka itu ke pengadilan — dikarenakan jikalau tidak, kami yang digunakan akan melakukannya,” tegasnya.
Qatar bereaksi keras, menyampaikan serangan itu sebagai “serangan pengecut” terhadap kedaulatannya serta menuduh Netanyahu melakukan upaya “memalukan” untuk membenarkan pelanggaran pada masa mendatang. Doha menekankan bahwa penyambutan para pejabat organisasi Hamas berhadapan dengan permintaan negara Israel juga Amerika Serikat untuk memfasilitasi mediasi.
5 Efek Serangan ke Qatar bagi Zionis, dari Perang Tanpa Akhir hingga kelompok Hamas Terus Bangkit
1. Perang Tanpa Akhir, Kemenangan yang tersebut Sulit Dicapai
Meskipun serangan itu menewaskan para pemimpin senior Hamas, para analis mengungkapkan hal itu bukan akan mengakhiri kelompok tersebut. kelompok Hamas sudah pernah berhasil selamat dari pembunuhan sebelumnya, kemudian masih mempertahankan para pejuang, gudang senjata, kemudian — yang dimaksud terpenting — sekitar 20 sandera di tempat di Gaza.
Tujuan negara Israel yang digunakan dinyatakan untuk tiada hanya saja mengalahkan kelompok Hamas tetapi juga melakukan konfirmasi organisasi Hamas tidak ada dapat merancang kembali dirinya sendiri semakin tampak seperti resep untuk pertempuran lalu pendudukan tanpa akhir.
BacaJuga: 5 Hari Dilanda Rusuh, Kondisi Jam Waktu senja Dicabut, Nepal Kembali Normal
2. Serangan tanah Israel Menarget kelompok Hamas di dalam Luar Negeri
Para pemimpin gerakan Hamas menjadi sasaran dalam luar negeri















