JAKARTA – Premier League 2025/2026 kembali menjadi sorotan umum sepak bola dunia. Kompetisi yang dikenal sebagai liga paling kompetitif di tempat Eropa ini ternyata juga dihuni oleh beberapa pemain yang mana punya darah Indonesia. Meski hingga saat ini belum ada pemain asli Indonesia yang dimaksud menembus kasta tertinggi sepak bola Inggris, keberadaan merek cukup membanggakan serta rutin jadi unsur perbincangan.
Setidaknya ada tujuh pemain keturunan Indonesia yang pada masa kini bermain di dalam Kejuaraan Inggris, baik dengan klub papan melawan maupun regu promosi. Beberapa pada antaranya bahkan sempat masuk radar PSSI untuk dinaturalisasi, meskipun pada akhirnya lebih besar memilih membela negara lain. Berikut daftarnya:
1. Tijjani Reijnders (Manchester City)

Reijnders menjadi nama paling populer dalam daftar ini. Mantan gelandang AC Milan itu bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025 dengan mahar mencapai 55 jt euro. Meski sempat didekati Shin Tae-yong, pemain berdarah Indonesia dari jalur ibu ini akhirnya menolak membela Garuda lalu tetap saja setia dengan Timnas Belanda.
2. Pascal Struijk (Leeds United)

Struijk sudah ada lama merumput di area Inggris sejak 2019. Pemain belakang kelahiran Belgia berdarah Indonesia ini tiga kali tampil dalam Premier League, termasuk musim ini usai menyebabkan Leeds United promosi. Seperti Reijnders, ia juga menolak kesempatan menguatkan Timnas Indonesia oleh sebab itu masih berambisi masuk skuad Belanda.
3. Kenny Tete (Fulham)

Bek kanan Klub sepak bola Fulham ini merupakan pemain dengan garis keturunan Indonesia secara langsung dari ibunya. Tete telah berkarier dalam Inggris sejak 2020 serta pada masa kini memasuki musim kelimanya dengan The Cottagers. Sayang, ia tak dapat dinaturalisasi lantaran telah dilakukan 14 kali meningkatkan kekuatan Timnas Belanda.
4. Ian Maatsen (Aston Villa)

Bek kiri berusia 23 tahun ini mempunyai darah Jawa. Maatsen yang mana sempat lama berproses pada akademi Chelsea sekarang ini meningkatkan kekuatan Aston Villa. Meskipun namanya pernah masuk radar PSSI, peluangnya membela Timnas Indonesia tipis oleh sebab itu telah tampil dalam berbagai level Timnas Belanda.
5. Jenson Seelt (Sunderland)

Bek berdarah Ambon ini baru mencicipi atmosfer Premier League musim 2025/2026 setelahnya menghadirkan Sunderland promosi. Shin Tae-yong sempat menggerakkan PSSI untuk menaturalisasi Seelt, namun sang pemain menolak dikarenakan merasa belum siap membela Garuda.
6. Joel Veltman (Brighton & Hove Albion)

Pemain senior ini sempat menyebabkan rakyat Indonesia terkejut pada waktu mengaku miliki darah keturunan dari neneknya pada 2019. Sayangnya, pengakuan itu datang ketika ia telah mapan di dalam Timnas Belanda serta memiliki berbagai caps, sehingga prospek menguatkan Garuda praktis tertutup.
7. Elkan Baggott (Ipswich Town)

Nama Baggott tentu bukan asing bagi masyarakat Indonesia. Bek jangkung Timnas Indonesia itu masih tercatat sebagai pemain Ipswich Town, meskipun musim ini tambahan banyak berada di tempat bangku cadangan. Ipswich memang benar terdegradasi ke Championship, namun Baggott masih jadi representasi pemain Indonesia yang digunakan merasakan atmosfer kompetisi Inggris.















