DKI Jakarta – Kedutaan Besar RI (KBRI) dalam Yangon, Myanmar, memverifikasi bahwa 55 warga negara Nusantara (WNI), yang mana terdampak operasi penegakan hukum dalam pusat kecurangan daring (online scam center) KK Park pada Oktober lalu, akan segera dipulangkan ke tanah air.
Dalam pernyataannya pada Hari Sabtu (22/11), KBRI mengemukakan pemulangan merekan akan dilaksanakan secara bertahap, yang dimaksud dimulai dengan perjalanan darat melintasi perbatasan dari Myawaddy ke Myanmar ke Mae Sot di Thailand, 8 Desember mendatang.
“Selanjutnya, dia akan diterbangkan ke tanah air via Bangkok pada 9 Desember 2025,” kata KBRI Yangon, sembari menambahkan bahwa repatriasi dikerjakan pasca pemerintah Myanmar menyetujui pemulangan 55 WNI tersebut.
KBRI menyatakan pada upaya repatriasi itu, pihaknya bekerja identik dengan KBRI Bangkok untuk berkoordinasi dengan pemerintah Myanmar lalu Thailand.
Dengan rencana pemulangan 55 WNI itu, masih ada 180 WNI eks-KK Park lain yang digunakan masih mengantisipasi pemindahan ke lokasi aman sebelum proses verifikasi serta pemulangan. Pemindahan ke kedudukan aman belum mampu diwujudkan oleh sebab itu kapasitas penampungan ke Myanmar yang mana terbatas.
KBRI Yangon mengungkapkan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif untuk memverifikasi identitas serta kondisi WNI, dan juga mengusahakan percepatan pemulangan mereka ke tanah air.
WNI yang dimaksud masih berada pada Myanmar diimbau untuk masih tinggal dalam lokasi aman juga terlibat mengomunikasikan dengan KBRI mengingat status keamanan di dalam negara itu.
WNI di Shwe Koko
KBRI Yangon juga mengungkapkan bahwa pihaknya memperkirakan lebih besar dari 200 WNI salah satunya di antara 1.367 warga asing yang dimaksud ditahan di operasi penggerebekan pada pusat kecurangan daring lain di Shwe Koko, Negara Bagian Kayin, Myanmar, Awal Minggu (17/11) lalu.
Sebelumnya diberitakan hanya saja ada 48 WNI yang digunakan terdampak operasi tersebut. Namun, menurut informasi terbaru dari individu WNI yang digunakan ditangkap, ada sekitar 200 WNI yang mana terjaring operasi dalam Shwe Koko kemudian mengajukan permohonan bantuan pemulangan ke Indonesia.
Dengan demikian, hingga ketika ini, ada 400 WNI terjaring di operasi yang tersebut dilaksanakan sejak Oktober 2025 itu. Mereka terindikasi bermetamorfosis menjadi orang yang terluka perdagangan orang, kata KBRI Yangon.














