Ibukota Indonesia – Atlet gulat putri Indonesi Yusma Deswita bertekad membenahi kekuatan fisik setelahnya kandas pada perebutan medali perunggu Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 ke Arab Saudi.
“Kalau meninjau lawan-lawan tadi, saya menyadari masih banyak kekurangan yang mana harus diperbaiki ke latihan, khususnya tentang kekuatan fisik,” kata Yusma di informasi Komite Olimpiade Nusantara (KOI) pada Jakarta, Kamis.
Yusma mengawali perjalanannya secara langsung ke putaran perempat final ISG Riyadh 2025. Dia kalah 0-4 pada waktu pertandingan pertamanya bertarung dengan Sokhida Akhmedova dari Uzbekistan.
Meski kalah, sistem repechage di dalam gulat memberinya kesempatan untuk permanen bertarung memperebutkan medali perunggu pasca Akhmedova mengalahkan Aruuke Kyzy di semifinal.
Saat laga perebutan medali perunggu, Yusma menghadapi Aruuke Kyzy yang mana kalah dari Akhmedova, namun atlet gulat berusia 23 tahun itu kembali menyerah 0-3 setelahnya berjuang mengunci lawannya.
Yusma mengaku gugup pada pertandingan yang berubah menjadi penampilan internasional pertamanya.
“Baru pertama kali lawan atlet dari negara lain, jadi pengalaman ini benar-benar baru dan juga luar biasa bagi saya,” katanya.
Yusma menjelaskan bahwa, pada waktu pertandingan berlangsung, arahan ahli sangat membantunya, meskipun beberapa gerakannya gagal kemudian lawan berhasil menguncinya yang membuatnya tak berdaya.
Dia mengakui masih berbagai hal yang digunakan harus dibenahi agar sanggup bersaing dalam panggung internasional. Selain meningkatkan kekuatan fisik, ia bertekad untuk latihan yang digunakan lebih lanjut intensif.
“Saya pribadi yakin, kalau latihan juga disiplin terus, suatu hari saya mampu bergabung bersaing di dalam level mereka,” katanya.
Tim Negara Indonesia masih menanti giliran dua duta dari cabang gulat lainnya untuk bertanding, yaitu Varadisa Septi Putri Hidayat pada kelas freestyle 76kg serta Desi Sinta pada kelas freestyle 68kg.















