Ibukota – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji memaparkan bahwa PSSI akan segera memulai pencarian instruktur pasukan nasional senior di Eropa.
Posisi instruktur timnas senior Negara Indonesia pada waktu ini sedang kosong, pasca Patrick Kluivert dibebastugaskan pada pertengahan Oktober.
“Malam hari nanti ada beberapa teman Exco (Komite Eksekutif) yang digunakan lebih banyak dulu berangkat. Ada dua warga yang akan berangkat duluan ke sana. Dan Dirtek (Direktur Teknik) Alexander Zwiers juga telah berangkat kemarin,” kata Sumardji ketika ditemui ke Stadion Madya, Jakarta, Rabu.
“Sehingga nanti kita akan berangkat ke sana. nanti akan ketemu bersama-sama di dalam Eropa, serta sesuai jadwal yang mana ada pada pekan-pekan ini nanti akan sanggup secara langsung melakukan interview,” katanya melanjutkan.
Sumardji menolak menjelaskan lebih lanjut detail mengenai siapa calon kandidat instruktur timnas yang dimaksud baru, demikian pula mengenai negara-negara yang tersebut berubah menjadi sasaran pencarian kelompok dari PSSI. Namun ia menegaskan bahwa terdapat lima kandidat untuk berubah menjadi arsitek baru timnas Indonesia.
Salah satu poin yang berubah menjadi sorotan bagi grup yang mana mencari pembimbing baru timnas adalah komitmen sang instruktur untuk berbagi ilmu dengan para asisten instruktur jika Indonesia.
“Itu harus, oleh sebab itu yang mana kita butuhkan ini adalah pengiriman ilmu dari pembimbing senior untuk asisten lokal. Itu penting sekali, kemudian kita, tidak ada bisa jadi kita pungkiri dengan sekarang adanya Coach Nova (Arianto) itu kan buah daripada ketekunan Coach Nova belajar bersama-sama dengan pembimbing Shin Tae-yong,” tutur Sumardji.
Dalam kesempatan itu, Sumardji juga menegaskan bahwa siapapun ahli baru timnas Indonesia, sosok itu akan dipilih melalui kesepakatan bersama.
“Tapi kembali lagi loh ya bahwa mekanisme ini masih akan kami jalankan sesuai dengan statuta PSSI yang ada. Artinya berapapun nama itu nanti akan kita bawa ke di sini kemudian akan kita rapatkan pada forum rapat Exco, pasca itu baru kita akan memutuskan,” tutur sosok yang dimaksud merupakan perwira polisi itu.















