Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Kudeta militer gulingkan Presiden Guinea-Bissau

Kudeta militer gulingkan Presiden Guinea-Bissau

Istanbul – Personel militer negara Afrika barat Guinea-Bissau menggulingkan Presiden Umaro Sissoco Embalo di sebuah kudeta pada Rabu waktu setempat, juga menyembunyikan seluruh perbatasan darat, laut, maupun udara negara tersebut.

Sekelompok anggota militer yang digunakan menamai dirinya “Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Security Nasional juga Ketertiban Umum” membacakan pernyataan pengambilalihan pemerintahan ke markas angkatan bersenjata, sebagaimana disiarkan televisi nasional TGB.

Mereka menyatakan “mengambil alih kekuasaan negara secara penuh” serta membenarkan tindakan kudeta dengan dalih sudah menemukan sebuah persekongkolan jahat untuk menyebabkan ketidakstabilan pada Guinea Bissau.

Persekongkolan itu, kata mereka, mencakup “skema operasi” yang tersebut didalangi politisi negara, manusia “gembong narkoba”, warga negara Guinea-Bissau maupun asing, dan juga upaya memanipulasi hasil pemilihan umum.

Para personel militer berkata bahwa dinas intelijen sudah membongkar rencana yang dimaksud juga menemukan beberapa orang senjata perang.

Kelompok militer yang dimaksud menyatakan telah dilakukan menggulingkan Presiden Embalo kemudian menangguhkan semua institusi negara “hingga instruksi berikutnya”.

Mereka menangguhkan semua aktivitas media, menghentikan dengan segera rute pemilihan umum yang digunakan berjalan, menghentikan semua perbatasan, lalu memberlakukan jam waktu malam selama 9 jam yang mana dimulai pukul 9 malam, hingga pemberitahuan selanjutnya.

Para dalang kudeta meminta-minta negara-negara tetangga dalam Afrika barat untuk tetap tenang, berkolaborasi, juga “memahami” situasi yang digunakan berjalan mengingat “situasi kritis yang diakibatkan oleh keadaan darurat” dalam Guinea-Bissau.

Dalam kudeta militer yang dimaksud dilaporkan berlangsung baku tembak di dalam dekat istana kepresidenan.

Menyusul pemilihan presiden akhir pekan lalu, kubu Presiden Embalo lalu calon independen, Fernando Dias, sama-sama mengeklaim kemenangan pada Senin.

Menurut laporan media Prancis RFI, Dias beserta mantan perdana menteri Domingos Simoes Pereira yang dimaksud mendukungnya turut ditangkap pada waktu kudeta dan juga dibawa ke sebuah pangkalan udara.

Pereira, pemimpin Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan juga Cape Verde (PAIGC) yang tersebut menjadi pemimpin pergerakan kemerdekaan Guinea-Bissau dari Portugal pada 1974, didiskualifikasi dari pemilihan presiden tahun ini akibat dianggap terlambat melengkapi kondisi pendaftaran pemilu.

Embalo sebelumnya sempat menyampaikan terhadap media berbahasa Prancis Jeune Afrique bahwa ia ditangkap pada Rabu siang ketika berada di dalam kantor kepresidenan.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Biague Na Ntan, wakilnya Jenderal Mamadou Toure, dan juga Menteri Dalam Negeri Botche Cande juga ditangkap pada waktu yang sama.

Embalo berkata bahwa ia ditangkap tanpa kekerasan pada aksi “kudeta” yang digunakan dipimpin panglima angkatan darat.

Menurut beberapa orang sumber, pernyataan tembakan juga terdengar pada siang di dekat kantor komisi pemilihan umum.

Sebelum kudeta, Dias mendesak militer untuk permanen netral juga tak bergabung campur pada dinamika pemilihan umum pada waktu mengeklaim kemenangannya pada pilpres.

“Kami tak minta apapun,” kata Dias pada Rabu, sembari menyatakan bahwa ia akan mengawaitu hasil pilpres yang digunakan seyogianya diberitahukan pada Kamis ini.