Ibukota – Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain di persoalan hukum penculikan dan juga pembunuhan anak laki-laki yang tersebut hilang bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) oleh terdakwa Alex Iskandar (49).
“Langkah-langkah selanjutnya, kami juga masih melakukan pendalaman terkait tentang dugaan hilang, penculikan sampai dengan ditemukan meninggal bumi Ananda AKN (Alvaro Kiano Nugroho). Ini adalah masih kami dalami, apakah ada dugaan keterlibatan pihak lain selain dari dituduh Artificial Intelligence (Alex Iskandar),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto pada waktu ditemui pada Mapolda Metro Jaya, Jumat.
Selain itu, kata dia, kepolisian juga masih mengantisipasi hasil tes DNA dari pihak RS Polri terkait temuan tulang rahang bawah yang mana diduga milik Alvaro.
“Kita tunggu bersama-sama, pasti akan kita sampaikan, dikarenakan ini sudah ada berubah menjadi konsumsi publik, pasti kita akan transparan. Polri berazam untuk memberikan informasi seluas apapun terkait dengan peristiwa, fakta yang dimaksud sudah ada kami dapatkan,” tutur Budi.
Di sisi lain, beliau menyebutkan pihaknya sudah pernah menyiapkan penyembuhan trauma (trauma healing) bagi pihak keluarga, khususnya ibunda Alvaro, Arum.
“Kami juga menyiapkan trauma healing bagi pihak keluarga lantaran memang benar pada ketika ibunda AKN hadir itu merasakan duka yang tersebut mendalam, sehingga kita adakan pendampingan terkait trauma healing,” ujar Budi.
Sebelumnya, kepolisian menemukan lima sampel yang dimaksud diduga tulang milik orang yang terluka penculikan juga pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) pada Jembatan Cilalay, Tenjo, Wilayah Bogor, Jawa Barat.
“Dari hasil pencarian hari ini, kita mulai jam 12.00 Waktu Indonesia Barat siang sampai sekarang, ada beberapa yang dimaksud kita temukan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo terhadap wartawan dalam Bogor, Rabu (26/11).
Dia mengungkapkan Satuan Reskrim Polres Metro DKI Jakarta Selatan turut dibantu oleh Pusat Kesehatan lalu Bidang Kesehatan Kepolisian Negara Republik Nusantara (Dokkes Polri) di melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga pencarian kerangka AKN.
Pihaknya mengakumulasi serta melengkapi kerangka untuk dijalankan tes DNA juga dicocokkan dengan khalayak tua Alvaro.














