Kuala Lumpur – Duta Besar Luar Biasa juga Berkuasa Penuh RI untuk Tanah Melayu Dato’ Indera Hermono menyatakan para diplomat harus tegas membela kepentingan bangsanya.
Hal itu disampaikan Hermono di amanatnya di dalam acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan ke KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, ke akhir masa tugasnya sebagai duta besar.
“Ini pelajaran bagi para diplomat, bahwa kita juga harus tegas pada membela kepentingan kita, tanpa ada keragu-raguan kalau itu sudah ada menyangkut kepentingan kita, kita harus fight at any cost,” kata Hermono.
Dia mengingatkan untuk para diplomat muda, bahwa diplomat pada luar negeri memiliki tanggung jawab untuk merawat martabat bangsa, merawat biaya diri bangsa juga mempertahankan warga negara Indonesia.
Dia mengutarakan kerja sejenis grup merupakan kunci dari segala pencapaian. Berkat kerja sejenis pasukan KBRI KL telah terjadi berhasil menyelesaikan tugas-tugas diplomasi dan juga pelindungan warga negara Tanah Air selama lima tahun terakhir, salah satunya pada waktu pandemi COVID-19.
“Bahkan yang digunakan bukan kasat mata, kita telah terjadi berhasil mengirimkan arahan terhadap pemerintah Tanah Melayu bahwa kita bangsa yang punya nilai diri, bahwa rakyat kita tidak ada boleh diperlakukan sewenang-wenang lalu bahwa kita tak akan berdiam diri kalau warga kita diperlakukan tiada sebagaimana mestinya,” ujar Dubes Hermono.
Dia juga menekankan bahwa hubungan antara Indonesia kemudian Tanah Melayu adalah hubungan saling bergantung satu serupa yang tersebut lain.
Dia mencontohkan, pada hal ketenagakerjaan, kemungkinan besar ada pandangan bahwa Tanah Air lah yang dimaksud bergantung untuk Tanah Melayu untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi pekerja migran. Namun hal yang disebutkan tak benar.
Menurutnya Malaya juga memerlukan Indonesi untuk mengirimkan tenaga kerjanya. Hal itu terbukti ketika Negara Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia, kemudian Negeri Jiran merasakan dampaknya.
“Saya ingin membuktikan bahwa bukanlah tergantung, tapi kita sama-sama memerlukan. Kalau Tanah Melayu memerlukan tenaga kerja dari Indonesia, maka perlakukan merek (pekerja Indonesia) sebagaimana mestinya,” kata Hermono.
Hermono menyampaikan persoalan yang disebutkan kemungkinan besar terdengar sepele bagi dia yang mana tidak ada merasakan prosesnya. Namun ia mengingatkan bahwa hal yang disebutkan merupakan pelajaran penting bagi diplomat, agar senantiasa memperjuangkan kepentingan bangsa.
Pada Jumat, Kedutaan Besar Republik Tanah Air (KBRI) Kuala Lumpur menyelenggarakan kegiatan serah terima jabatan Kepala Perwakilan juga Kepala Kanselerai di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.
Sertijab yang disebutkan diselenggarakan menyusul berakhirnya masa tugas Duta Besar Luar Biasa juga Berkuasa Penuh Republik Indonesi untuk Malaya Dato’ Indera Hermono.
Dubes Hermono mengesahkan naskah berita acara serah terima (BAST), pada mana tugas, wewenang kemudian tanggungjawab Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur diserahkan terhadap Wakil Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Danang Waskito yang tersebut bertugas sebagai Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI).
Sementara tugas dan juga tanggung jawab Wakil Kepala Perwakilan KBRI KL diserahkan terhadap Minister Counsellor KBRI KL Hendra Purnama Iskandar yang tersebut bertugas sebagai Kepala Kanselerai.











