Berlin – Kanselir Jerman Friedrich Merz, Kamis (27/11), mendesak anggota Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan pemakaian aset Rusia yang tersebut dibekukan paling lambat bulan depan guna menguatkan sikap negara Ukraina di negosiasi potensial dengan Ibu Kota Rusia untuk mengakhiri perang.
Berbicara pada konferensi pers dengan Utama Menteri Estonia Kristen Michal ke Belin, Merz menyatakan bahwa Eropa memandang positif upaya Negeri Paman Sam untuk mengakhiri pertempuran di dalam Ukaina.
Tetapi Merz menekankan bahwa Kiev bukan boleh dipaksa untuk memberikan konsesi teritorial secara sepihak dan juga harus diberikan jaminan keamanan yang andal oleh mitra Baratnya.
“Kami ingin terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan dengan mitra Eropa dan juga transatlantik kami agar Rusia akhirnya bersedia berunding lalu terlibat pada perundingan,” kata Merz.
Dia mengingatkan para wartawan tentang usulannya untuk menggunakan aset Rusia yang dimobilisasi senilai 140 miliar euro (sekitar Rp2.700 triliun) guna menguatkan kemampuan militer Ukraina.
“Kami ingin memanfaatkan aset-aset ini lebih lanjut luas lagi untuk membantu Ukraina. Saya telah terjadi mengajukan usulan untuk tujuan ini pada September. Usulan ini sudah pernah diterima oleh Komisi Eropa juga juga didukung oleh sebagian besar anggota Uni Eropa,” ujar Merz untuk para wartawan.
“Kami berdua setuju bahwa kami harus segera mencapai kesepakatan yang mana tepat paling lambat pada KTT para pemimpin Uni Eropa di dalam Desember untuk menguatkan sikap negosiasi kami serta mengirimkan sinyal solidaritas dan juga dukungan lainnya terhadap Ukraina,” tambahnya.











