Wilayah Moskow – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan jikalau Presiden Venezuela Nicolas Maduro tak mundur secara sukarela.
Ancaman itu disampaikan Trump di pembicaraan telepon dengan Maduro pekan lalu, menurut laporan Wall Street Journal yang dimaksud mengutip banyak sumber yang tersebut mengerti akan kesulitan tersebut.
Sebelumnya, New York Times melaporkan bahwa Trump serta Maduro berbicara lewat telepon pekan tak lama kemudian lalu sempat mengeksplorasi kemungkinan pertarungan bilateral, walau belum ada rencana konkret.
Sumber surat kabar itu mengatakan pembicaraan yang dimaksud berlangsung pada akhir pekan sesudah itu kemudian dihadiri Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.
Dalam percakapan itu, Trump menyampaikan bahwa apabila Maduro tidak ada bersedia mundur, Washington akan mempertimbangkan pilihan lain, diantaranya pemakaian kekuatan. Data ini disampaikan media yang dimaksud dengan merujuk pada sumber yang tersebut mengetahui situasi tersebut.
Pada Sabtu, Trump meminta-minta seluruh maskapai penerbangan agar menganggap wilayah udara di dalam berhadapan dengan lalu sekitar Venezuela sebagai area tertutup.
AS berdalih diperkenalkan militernya pada kawasan Karibia bertujuan memerangi perdagangan narkoba. Pada September juga Oktober, Washington beberapa kali mengerahkan angkatan bersenjata untuk menghancurkan kapal yang digunakan diduga menghadirkan narkoba di dalam lepas pantai Venezuela.
NBC, Kamis, melaporkan bahwa militer Negeri Paman Sam sedang menyiapkan opsi untuk menyasar jaringan perdagangan narkoba di dalam wilayah Republik Bolivarian tersebut.
Pada 3 November, Trump menyatakan bahwa masa jabatan Maduro sebagai pemimpin Venezuela tinggal menghitung hari, namun menegaskan bahwa Negeri Paman Sam tak berniat mengobarkan peperangan terhadap negara itu.
Caracas menafsirkan tindakan-tindakan yang dimaksud sebagai provokasi yang mana bertujuan mengguncang stabilitas kawasan kemudian melanggar kesepakatan internasional terkait status Karibia yang demiliterisasi lalu bebas nuklir.











