Makassar – Yosua Holy Masihor, salah satu petinju muda andalan Sulawesi Selatan (Sulsel) mewakili Indonesi pada event The IBA Men’s World Championships in Dubai 2025 yang tersebut berlangsung 2 – 17 Desember 2025.
Selain Yosua, Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nusantara (PP-Pertina) juga memanggil salah satu instruktur terbaik Pengprov Pertina Sulawesi Selatan (Sulsel), Dufri Masihor yang digunakan juga ayah kandung Yosua.
Ketua Pertina Sulsel Harpen Reza Ali di dalam Makassar, Minggu, memaparkan Yosua kemudian Dufri dengan segera bergabung dengan grup di dalam Ibukota Indonesia pada 24 November berikutnya untuk pemusatan latihan.
“Selain Holy dan juga Dufri, ada satu petinju Jawa Barat, Alfino Caesar Nanlohy yang mana juga bergabung Bersama timnas. Dia main dalam kelas 67-71 kg. Sementara Holy turun ke kelas 54 kg,” kata Harpen Ali.
Holy juga Alfino Caesar terakhir meraih medali emas di Kejuaraan Tinju 4 Penjuru ke Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, pada 18–19 September 2025. Holy juara pada kelas 54 kg sementara Alfino meraih medali emas di dalam kelas 75 kg.
Ia menjelaskan, rombongan timnas sesuai rencana akan bertolak ke Dubai pada hari ini.
“Mohon doa seluruh penduduk Sulsel. Semoga atlet kebanggaan kita sanggup pulang mengakibatkan hasil yang tersebut sempurna,” ujar Harpen Ali.
Sekretaris Pengprov Pertina Sulsel Sri Syahril, mengutarakan hal ini tidak mengakibatkan nama pribadi saja, tetapi demi menghadirkan nama kota Makassar, Sulsel juga Nusantara ke kancah dunia. Karena itu ia berharap pemerintah mampu lebih lanjut peduli dengan atlet yang dimaksud berprestasi.
Sementara itu Holy yang digunakan dihubungi mengaku telah dilakukan mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Tidak cuma di Makassar tapi ia juga sudah ada menjalani Training Centre (TC) di dalam Jakarta.
“Mohon doa seluruh rakyat Indonesia khususnya penduduk Sulsel semoga kami meraih hasil maksimal demi mengibarkan bendera juga lagu kebangsaan Nusantara Raya berkumandang di dalam turnamen planet ini,” ujar Holy penuh semangat.















