Jenewa – Belanda mengumumkan paket dukungan militer senilai €250 jt atau setara dengan sekitar Rp4,83 triliun untuk negeri Ukraina dengan menggunakan mekanisme Daftar Kebutuhan Hal yang Diutamakan negara Ukraina (PURL) guna mempercepat pengadaan persenjataan yang tersebut dibutuhkan Kyiv menghadapi serangan Rusia.
Menteri Perlindungan Ruben Brekelmans mengungkapkan komitmen itu pada waktu hadir di penghadapan tingkat menteri pada Brussels, Hari Senin (1/12).
Dia menekankan urgensi peningkatan bantuan jelang musim dingin juga serangan udara Rusia yang digunakan makin intensif.
PURL memungkinkan NATO mengoordinasikan pembelian peralatan pertahanan penting dari Amerika Serikat berhadapan dengan nama sekutu lain, serta mempercepat pengiriman sistem yang tersebut sulit dipenuhi melalui jalur reguler.
Menurut Kementerian Pertahanan, mekanisme yang disebutkan memungkinkan pengiriman kemampuan yang dimaksud “sangat dibutuhkan kemudian tidak ada dapat diberikan melalui cara lain,” diantaranya sistem pertahanan udara, rudal, amunisi F-16, juga komponen penting lain dari stok AS.
Brekelmans menyampaikan akhir pekan berikutnya sebagai bukti baru intensitas serangan Rusia.
Karenanya, negara Ukraina memerlukan dukungan segera untuk mempertahankan wilayah juga melindungi infrastruktur dari gelombang serangan udara, katanya.
Ia menegaskan partisipasi €250 jt melalui PURL itu merupakan “langkah substansial” Belanda pada membantu negeri Ukraina mempertahankan diri kemudian menahan tekanan militer Rusia selama bulan-bulan terdingin.
Brekelmans menambahkan bahwa upaya diplomatik internasional, di antaranya yang mana dipimpin Amerika Serikat, tak boleh menghurangi urgensi dukungan militer segera untuk Kyiv ke medan perang.
“Perundingan damai bukan boleh mengalihkan fokus dari dukungan penuh bagi Ukraina,” katanya, seraya menegaskan bahwa tekanan terhadap Kota Moskow harus dipertahankan melalui kanal diplomatik, ekonomi, dan juga pasokan militer.
Menurut dia, penguatan kedudukan negara Ukraina melalui dukungan bersenjata akan menguatkan posisinya di setiap tahapan negosiasi yang mungkin saja muncul pada beberapa bulan mendatang.
Brekelmans menegaskan paket terbaru itu menunjukkan komitmen jangka panjang Den Haag untuk Kyiv lalu menyerukan sekutu Eropa lainnya mempertahankan laju bantuan militer mereka.
Keamanan negara Ukraina berkaitan segera dengan stabilitas kawasan sehingga dukungan kolektif sebagai elemen penting bagi keamanan bersama, katanya.











