Ibukota Indonesia – Atlet cabang olahraga Kick boxing Andi Mesyara Jerni Maswara bertekad untuk mengharumkan nama Indonesi pada kompetisi SEA Games 2025 dalam Thailand.
“Mimpi terbesar yang mana pastinya adalah meraih emas untuk Nusantara di event SEA Games serta Insyaallah kalau memang sebenarnya nanti dapat rezeki lagi, saya berharap bisa jadi bergabung Asian Games sampai turnamen dunia,” kata beliau dalam Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Sebagaimana informasi yang tersebut diterima, dirinya ini tiada mampu menyembunyikan rasa syukur lalu haru seusai pelepasan kontingen Tanah Air menuju SEA Games Thailand Tahun 2025 dalam Istana Negara oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Hari itu bermetamorfosis menjadi salah satu momen yang tidaklah pernah ia bayangkan akan muncul di perjalanan hidupnya.
“Perasaannya syukur alhamdulillah, saya sangat bangga sekali, saya sangat senang kemudian saya merasa benar-benar ini kesempatan yang mana luar biasa ketemu dengan Bapak Presiden. Dengan saya jadi atlet, saya dapat kesempatan ini, saya sangat bersyukur sekarang,” ujarnya.
Perempuan berusia 26 tahun itu bercerita bahwa salah satu pengalaman paling membuatnya merinding adalah di mana menyadari bahwa ia kemudian rekan-rekannya yang mana hadir pada kesempatan itu mewakili beratus-ratus jt rakyat Indonesia.
Perjalanan Andi sebagai atlet dimulai dari gelanggang-gelanggang kecil ke daerah, tempat ia harus membuktikan bahwa dirinya pantas naik ke level berikutnya.
“Prosesnya cukup panjang sekali, jadi yang digunakan pertama kita harus mengambil bagian turnamen wilayah dulu, terus pasca perlombaan area kita bergabung turnamen provinsi, terus terlibat PON, pasca itu ada seleksi lagi lalu alhamdulillah sampai ke titik ini, ke Pelatnas,” tutur Andi yang mengawali karirnya sebagai atlet Karate.
Perempuan berdarah Bugis jika Jawa Barat ini menyebutkan bahwa di setiap level kompetisi, tantangannya tidaklah belaka tentang kekuatan fisik, tetapi juga mental. Rasa takut gagal, tekanan untuk menang, hingga bayangan akan cedera pernah menghantuinya. Namun, Andi terus-menerus menemukan penopang terkuatnya keluarga.
“Ya pastinya penduduk tua, kedua penduduk tua, Mama, Bapak selalu mendoakan yang terbaik, memberikan sesuatu yang digunakan maksimal ke SEA Games nanti dan juga mencoba menghasilkan mereka itu bangga,” kata anak dari pasangan Andi Zainal serta Andi Nurlinda ini.
Doa itu tak belaka memberi kekuatan, tetapi bermetamorfosis menjadi identitas spiritual manusia atlet berjuang tidak hanya sekali untuk diri sendiri, tetapi untuk merek yang tersebut berada di belakangnya.
Ia tiada ragu saat menyebutkan bahwa seluruh pengorbanan yang mana ia lakukan sekeras apa pun adalah bentuk baktinya untuk Indonesia.
“Kalau pengorbanan keringat, air mata, darah semua telah diberikan. Semua untuk Merah Putih,” ucapnya.
Ada ribuan jam latihan, cedera kecil, juga berubah-ubah pengorbanan waktu yang menghilangkan sejumlah kesenangan remaja yang tersebut biasanya dinikmati anak seusianya. Namun ia tidaklah menyesal, jalan ini telah terjadi dipilihnya, dan juga ia sudah pernah berdamai dengan segala tantangannya.
Dulu, ia bahkan sempat merasa terbebani dengan ekspektasi yang digunakan terus meningkat. Namun waktu, pengalaman, dan juga jam terbang membentuk mentalnya bermetamorfosis menjadi lebih lanjut matang.
“Mungkin dulu ya saya sempat merasa agak terbebani, tapi akibat telah ada jam terbang, Alhamdulillah sudah ada mampu maintenance, akhirnya sekarang dibawa enjoy aja,” katanya sambil tersenyum.
Ia menyadari bahwa kesempatan seperti ini tak datang dua kali. Karena itu, setiap detik latihan ia jalani dengan intensitas tinggi, tidaklah ingin menyia-nyiakan potensi yang tersebut sudah ada membawanya sejauh ini.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo berubah jadi sumber semangat tambahan bagi Andi. Ia merasa bahwa dukungan pemerintah benar-benar memberi energi positif bagi para atlet yang tersebut akan berkompetisi di dalam luar negeri.
“Harapan saya untuk Bapak Presiden, terima kasih sejumlah sebab telah terjadi menyokong kami, atlet-atlet Indonesia. Terima kasih berbagai melawan semangat Bapak menghasilkan kami termotivasi, menyebabkan kami semangat untuk berkompetisi pada Thailand nanti,” ujar Andi.
“Dan juga satu lagi saya mengucapkan terima kasih lalu mohon doanya untuk rakyat Indonesia, buat grup Indonesia,” pungkasnya.















