Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Ledakan SMAN 72, Polisi masih dalami cara ABH rakit unsur peledak

Ledakan SMAN 72, Polisi masih dalami cara ABH rakit unsur peledak

DKI Jakarta – Polda Metro Jaya hingga pada waktu ini masih mendalami bagaimana cara anak berkonflik dengan hukum (ABH) merakit komponen peledak pada persoalan hukum ledakan ke SMAN 72 Jakarta.

“Didalami tentang motif ABH melakukan ledakan di SMAN 72, salah satunya bagaimana ABH belajar dari mana untuk merakit material peledak tersebut, dimana ABH membeli beberapa unsur baku tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto pada waktu ditemui di Jakarta, Senin.

Budi menambahkan kondisi ABH pada waktu ini sudah ada pada keadaan sehat dan juga sudah dikerjakan permintaan penjelasan sejumlah tiga kali ke Rumah Aman.

“Artinya di pertanyaan ke BAP itu, sehat walafiat jasmani rohani itu juga dinyatakan dari dokter yang dimaksud menangani medis ataupun dokter yang menangani secara psikis,” katanya.

Budi menyampaikan akan menyampaikan terkait tentang hasil pemeriksaan ABH terhadap awak media tetapi perlu diketahui, pihaknya juga melindungi identitas anak yang disebutkan sebab masih berstatus anak.

“Sehingga beberapa data yang digunakan tiada boleh kami ungkapkan secara vulgar ke teman-teman media atau dikonsumsi oleh rakyat umum,” kata Budi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebutkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) terduga pelaku ledakan SMAN 72 Ibukota sudah ada dapat dimintai keterangannya terkait insiden tersebut.

“Alhamdulillah kondisinya (ABH) telah membaik dan juga sudah ada dapat untuk dimintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto pada Jakarta, Selasa (2/12).

Budi menyebutkan pengambilan keterang yang disebutkan juga didampingi oleh pihak keluarga, kuasa hukum, Bapas dan juga Asosiasi Psikologi Forensik Tanah Air (Apsifor).

Namun, Budi belum sanggup membeberkan hasil pengambilan penjelasan ABH yang dimaksud dikarenakan masih berproses.

Ledakan di dalam SMAN 72 Ibukota Indonesia berjalan pada Hari Jumat (7/11), tepatnya di dalam lingkungan sekitar masjid dalam sekolah tersebut.

Polisi menemukan beberapa bom rakitan yakni dua meledak, dua bom setengah jadi, dua bom bergerak lalu satu lagi bom kaleng. Akibat kejadian itu 96 pemukim terluka.

Terduga pelaku adalah individu siswa sekolah tersebut.