Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Pedagang orang yang terluka kericuhan dalam Kalibata dapat bantuan dari Kapolda Metro

Pedagang penduduk yang tersebut terluka kericuhan pada Kalibata dapat bantuan dari Kapolda Metro

DKI Jakarta – Pedagang yang tersebut kiosnya hancur akibat kericuhan pada depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ibukota Indonesia Selatan, mendapatkan bantuan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri.

Para penjual yang tersebut terdampak kericuhan dalam posisi yang dimaksud mendapatkan bantuan dari Kapolda Metro Jaya berupa modal lalu jaminan pengamanan ketika aktivitas jual-beli kembali.

“Alhamdulillah memberikan bantuan, seberapapun bantuan kami terima, kami ucapkan terima kasih. Kedua, akan membekali kami pengamanannya ketika kami beraktivitas berjualan lagi,” kata Koordinator Pedagang Kalibata, Purwanto pada DKI Jakarta Selatan, Sabtu.

Purwanto menyebutkan, situasi pedagang ketika ini masih diliputi trauma. Meski situasi keamanan telah dilakukan dinyatakan kondusif, sebagian besar penjual belum berani kembali berjualan sebab kehilangan seluruh modal usaha.

“Untuk keadaan peniaga pada waktu ini kami belum meninggalkan dulu. Pertama, memang sebenarnya situasi sudah ada kondusif InsyaAllah sudah aman, cuma memang benar kami masih trauma. Kedua, mau jualan pun meskipun sudah ada kondusif kami kehabisan modal,” katanya.

Purwanto menyebutkan, hampir seluruh pedagang terdampak parah akibat pembakaran dan juga perusakan kios. Banyak dari mereka itu sekarang ini tidak ada mempunyai apapun untuk memulai kembali usaha.

“Kami tukang jualan hancur semua. Kasihan teman-teman yang mana lain, mau jualan pun telah tidak ada ada modal lagi,” kata Purwanto.

Di berada dalam situasi itu, bantuan datang dari Polda Metro Jaya. Purwanto dengan perwakilan penjual telah terjadi diundang ke Polda Metro Jaya lalu diterima Wakapolda yang dimaksud mewakili Kapolda Metro Jaya.

Alhamdulillah kami tadi dipanggil ke Polda Metro. Wakapolda mewakili Kapolda Metro mengundang kami. Pertama, menyampaikan prihatin kemudian menyampaikan permintaan maaf menghadapi kejadian ini,” katanya.

Tak cuma itu, Kapolda Metro Jaya juga menjanjikan pengamanan penuh ketika tukang jualan kembali beraktivitas, sekaligus memberikan bantuan modal bagi para korban.

Purwanto menjamin bantuan yang disebutkan akan dibagikan secara adil serta transparan i menyesuaikan tingkat kecacatan yang mana dialami setiap-tiap pedagang.

“Kami akan bagikan adil sesuai porsinya tiap-tiap lantaran kerusakannya berbeda-beda sesuai tingkat kerusakannya,” kata dia.

Menurut data koordinator pedagang, total penjual di dalam kawasan yang dimaksud mencapai puluhan orang. Terdiri dari 42 pedagang tenda bongkar-pasang juga 22 penjual permanen.

Secara keseluruhan terdapat 64 tenda yang digunakan ditempati sekitar 40 tukang jualan aktif. Namun, pembagian bantuan belum sanggup diwujudkan di waktu dekat.

Purwanto mengatakan, pihaknya masih mendata ulang pemilik warung juga kios agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Meskipun sudah ada ada bantuan modal dari Kapolda Metro Jaya, namun belum bisa jadi bagikan oleh sebab itu pembagiannya harus transparan. “Saya data ulang pemilik warung-warung ini serta akan kami lampirkan sebagai pertanggungjawaban,” katanya.

Kericuhan di Kalibata dipicu aksi balas dendam kelompok penagih hutang (debt collector) pasca dua rekan merekan tewas dikeroyok.

Amukan massa berujung pembakaran puluhan kios pedagang, kendaraan kemudian perusakan rumah warga.

Polda Metro Jaya mencatatkan data total kerugian akibat insiden yang disebutkan ditaksir hampir Rp1,2 miliar. Selain langkah-langkah hukum yang mana masih berjalan, Kepolisian juga membuka opsi revitalisasi kawasan terdampak dengan pemerintah daerah, di antaranya pemberian bantuan bagi para korban.

Bagi para tukang jualan ke Kalibata, bantuan dari Kapolda Metro Jaya berubah menjadi langkah awal untuk bangkit. Meski trauma belum sepenuhnya hilang, harapan untuk kembali berjualan perlahan mulai tumbuh.