Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

KP2MI teken MoU-PKS dengan 14 mitra strategis, perkuat pelindungan PMI

KP2MI teken MoU-PKS dengan 14 mitra strategis, perkuat pelindungan PMI

Ibukota – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemudian Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 14 mitra strategis pada upaya menguatkan pelindungan bagi pekerja migran Tanah Air (PMI).

“Saya kira isu pekerja migran memang benar menjadi perhatian bersama, dan juga MoU ini menunjukkan kepedulian seluruh pemangku kepentingan ke Nusantara terhadap nasib mereka,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin pada sambutan ke acara tersebut, Jakarta, Senin.

Acara penandatanganan yang digunakan berlangsung dalam Kantor KP2MI Ibukota itu diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen kementerian yang dimaksud untuk meningkatkan kekuatan sinergi lintas sektor di melindungi pekerja migran Indonesia.

Empat belas mitra strategis yang digunakan terlibat mencakup beraneka unsur, antara lain Kementerian Komunikasi kemudian Digital, Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara, eksekutif Kota Deli Serdang, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Brawijaya, Universitas Tadulako, juga Indonesi Ocean Justice Initiative (IOJI).

Ada juga kerja sebanding dengan Universitas Al-Azhar Mataram, Universitas Syiah Kuala Aceh, Institut Teknologi Bandung (ITB), STIKES Budi Luhur Cimahi, LPK Bahana Inspirasi Muda, Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), kemudian Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan.

Mukhtarudin mengutarakan kerja identik yang disebutkan bertujuan untuk mewujudkan arahan Presiden untuk menguatkan pelindungan PMI secara menyeluruh juga meningkatkan kualitas lalu keterampilan calon pekerja migran agar tambahan kompetitif dalam bursa kerja global.

Melalui kerja sejenis tersebut, beliau berharap upaya pembinaan juga penguatan pelindungan bagi pekerja migran Negara Indonesia dapat direalisasikan secara lebih banyak baik dan juga terarah.

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin juga menyoroti kerentanan yang dihadapi pekerja migran sebagai kelompok komunitas yang mana bekerja ke luar negeri untuk kelangsungan hidup keluarga, bukanlah sekadar kontribusi ekonomi negara.

“Pekerja migran pada dasarnya merupakan kelompok komunitas yang mana berada pada kondisi rentan. Mereka bekerja ke luar negeri bukanlah semata-mata untuk mengejar tujuan ekonomi negara, melainkan untuk memperjuangkan keberlangsungan hidup lalu masa depan keluarganya,” kata Menteri P2MI tersebut.

Oleh lantaran itu, beliau mengemukakan bahwa pekerja migran harus dipandang sebagai manusia yang mana mempunyai martabat lalu hak, tidak sekadar komoditas tenaga kerja.

Melalui kerja sebanding dengan Komdigi, KP2MI ingin meningkatkan digitalisasi dsj pengawasan terhadap konten ilegal.

Salah satu aspek penting yang mana ditekankan Mukhtarudin adalah penguatan komunikasi serta digitalisasi, mengingat masih berbagai calon pekerja migran Tanah Air (CPMI) yang mana menjadi penderita penyalahgunaan akibat iklan lowongan kerja ilegal dalam media sosial.

Kerja serupa yang dimaksud diharapkan mengupayakan penguatan pengawasan digital kemudian literasi informasi, menegaskan Pekerja Migran terlindungi dari eksploitasi serta siap bersaing secara global.

Kemudian, di kerja sebanding dengan Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), KP2MI berkolaborasi di pemenuhan pelayanan penempatan kemudian pelindungan pekerja migran Indonesia.

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menyatakan pekerja migran adalah aset bangsa yang mana harus dilindungi agar bekerja aman, nyaman, dan juga kembali selamat.

Untuk itu, beliau membantu penuh inisiatif yang sudah diupayakan Kementerian P2MI pada meningkatkan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia.

“Kami mendukung kegiatan ini, semoga ilmu yang mana didapat di dalam luar negeri dapat ditularkan pada waktu merekan (Pekerja Migran) kembali ke Indonesia,” kata Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata.

MoU kemudian PKS dengan 14 mitra strategis yang dimaksud secara umum diharapkan bermetamorfosis menjadi tonggak bagi sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pelindungan yang digunakan lebih besar baik bagi pekerja migran Indonesia, sejalan dengan visi negara hadir bagi warganya di dalam mana pun berada, demikian kata Menteri P2MI Mukhtarudin.