Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

KBRI Beijing pertemukan pelaku sektor film dan juga animasi RI-China

KBRI Beijing pertemukan pelaku sektor film dan juga juga animasi RI-China

Beijing – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing memfasilitasi penghadapan para pelaku bidang bidang film juga animasi dari Nusantara lalu China khususnya untuk mengeksplorasi perkembangan pemakaian kecerdasan buatan (AI).

“Kemajuan sains dan juga teknologi di China justru tiada menghapus mitologi kemudian simbol budaya seperti naga, burung phoenix, dan juga figur-figur legenda lainnya. Sebaliknya, simbol-simbol yang dimaksud dihidupkan kembali melalui animasi, pertunjukan ‘drone’ serta pemanfaatan AI,” kata Duta Besar RI untuk Tiongkok kemudian Mongolia Djauhari Oratmangun ketika menyampaikan sambutan pada acara yang dimaksud di Beijing, Rabu.

Acara bertajuk “Exploring Indonesia–China’s Potential Cooperation in the Creative Industries: A Business Dialogue on Film and Animation” yang dimaksud dihadiri oleh sekitar 60 perwakilan dari beragam perusahaan China dalam bidang film, animasi, “visual effects”, teknologi kreatif dan juga AI.

Perusahaan-perusahaan yang hadir antara lain “More VFX” yang dikenal memproduksi film berskala internasional, “Shao Studio” sebagai perusahaan juga studio animasi China, Kling Kecerdasan Buatan sebagai “platform” pembuatan konten visual berbasis kecerdasan buatan yang dapat memproduksi video cuma dari teks, gambar, bahkan referensi visual lainnya maupun perusahaan lain film kemudian animasi lain yang dimaksud memproduksi “micro-drama” juga penyedia Teknologi AI di tahapan kreatif.

Sementara dari Tanah Air hadir pembicara dari perwakilan Kementerian Kondisi Keuangan Kreatif, “Indonesia Investment Promotion Center” (IIPC), asosiasi lapangan usaha animasi Negara Indonesia (AINAKI), produser film dari Imperial Pictures serta lainnya.

“Fenomena pemanfaatan Kecerdasan Buatan yang dimaksud selaras dengan simbol budaya yang disebutkan menunjukkan bahwa teknologi, ketika diarahkan dengan nilai serta tujuan yang mana tepat, dapat menguatkan identitas budaya juga menjadi jembatan antargenerasi serta antarbangsa,” tambah Dubs Djauhari.

Menurut Dubes Djauhari, film kemudian animasi merupakan medium strategis pada mendirikan “people-to-people connection”.

“Melalui cerita visual, rakyat dapat saling mengenal juga mengerti akan tanpa harus melalui bahasa kebijakan atau diplomasi formal. Medium ini miliki kekuatan untuk menumbuhkan kepercayaan, empati serta kedekatan emosional, khususnya ke kalangan generasi muda,” ungkap Dubes Djauhari.

Kontribusi kegiatan ekonomi kreatif Nusantara hingga pada waktu ini mencapai sekitar 89 miliar dolar AS, dengan penyerapan tenaga kerja tambahan dari 24 jt orang, dan juga ditargetkan meningkat hingga 8 persen terhadap Sistem Domestik Bruto (PDB) dan juga menciptakan lebih lanjut dari 30 jt lapangan kerja pada 2030.

Di antara subsektor kegiatan ekonomi kreatif, film serta animasi menunjukkan peningkatan paling menjanjikan, baik dari sisi produksi, jumlah keseluruhan penonton, maupun kualitas karya.

Sementara para pembicara dari China memaparkan perkembangan bidang film serta animasi yang mana pesat, didukung oleh ekosistem teknologi yang tersebut matang, skala lingkungan ekonomi yang digunakan besar, dan juga integrasi Kecerdasan Buatan di serangkaian kreatif.

Diskusi juga mengangkat “micro- drama” sebagai format baru yang mengalami perkembangan pesat di China juga Asia, dengan karakteristik cerita pendek berbasis “platform digital” lalu “mobile”, berbiaya produksi relatif rendah namun berdampak tinggi.

Forum yang dimaksud pun mengidentifikasi banyak potensi kerja sebanding konkret, antara lain produksi bersatu film kemudian animasi Indonesia–China, kerja sebanding melalui “platform streaming”, pertukaran talenta kreatif, pemanfaatan Teknologi AI di rantai produksi, dan juga eksplorasi teknologi seperti Kling Teknologi AI untuk pengembangan visual, karakter, juga pembuatan cerita.

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dipandang sebagai sarana strategis untuk menciptakan konten ramah anak, yang digunakan tiada belaka mendebarkan secara visual tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif.