Ibukota – Pengamat olahraga, Fritz Simandjuntak, mengingatkan para pemangku kepentingan olahraga nasional agar segera bersiap menghadapi Asian Games 2026 serta Olimpiade 2028 setelahnya Indonesia melakukan konfirmasi finis peringkat kedua klasemen SEA Games Thailand 2025.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat untuk seluruh atlet Negara Indonesia yang dimaksud berhasil meraih 91 medali emas. Hal ini pencapaian yang dimaksud sangat luar biasa,” ujar Fritzs terhadap ANTARA dalam Jakarta, Sabtu.
Namun Fritz mengingatkan ke balik prestasi gemilang tersebut, Nusantara masih memiliki pekerjaan rumah besar, teristimewa cabang olahraga Olimpiade, khususnya cabang-cabang terukur.
Ia menyorot renang di mana Nusantara hanya saja meraih tiga medali emas, sementara Singapura mendominasi dengan 14 emas.
Menurutnya, medali emas Nusantara dari renang justru diraih oleh perenang yang digunakan berlatih di pada negeri, bukanlah atlet yang berlatih pada luar negeri.
Fritz menggalakkan pemerintah lalu pemangku kepentingan olahraga agar segera mewujudkan infrastruktur pelatihan terpusat sebagaimana visi Presiden, meningkatkan jumlah kali kompetisi nasional kemudian internasional pada di negeri dengan memanfaatkan infrastruktur eks PON, juga segera memulai pemusatan latihan nasional menuju Asian Games 2026 juga Olimpiade 2028.
Perjuangan Nusantara selama SEA Games 2025 Thailand berakhir dengan catatan impresif.
Raihan 91 medali emas bukan hanya sekali melampaui target 80 emas, tetapi juga bermetamorfosis menjadi jumlah keseluruhan medali emas terbanyak ketiga yang tersebut diraih Tanah Air ketika berlaga ke luar negeri sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977.
Catatan terbaik tandang masih dipegang pada SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 medali emas, disusul Manila 1991 dengan 92 medali emas.
Prestasi pada Thailand ini juga bermetamorfosis menjadi yang mana terbaik di 32 tahun terakhir pada waktu Indonesia tampil di dalam luar negeri, melampaui 88 medali emas di SEA Games Singapura 1993.













