Ibukota Indonesia – Atlet bola voli putri Megawati Hangestri mengakui adanya beban pada upaya mempertahankan peringkat juara Proliga bersatu Ibukota Indonesia Pertamina Enduro pada musim kompetisi 2026.
Menurut Megawati, mempertahankan prestasi juara sangat lebih besar sulit dibandingkan pada waktu meraihnya, terlebih Ibukota Pertamina Enduro berstatus sebagai juara bertahan.
“Tentunya berat lantaran mempertahankan juara. Tahun setelah itu aku enggak bergabung di Pertamina, aku ke pasukan Petro juga dapat juara tiga, terus Pertamina juara satu. Jadi mungkin saja mempertahankan lebih tinggi susah, pasti ada beban tersendiri,” kata Mega pada konferensi pers Proliga 2026 pada Jakarta, Senin.
“Targetnya tentu yang tersebut terbaik, mempertahankan juga, dikarenakan mempertahankan itu lebih lanjut sulit daripada meraih.”
Mega mengutarakan tekanan yang disebutkan cukup terasa oleh sebab itu pada musim setelah itu ia bukan menguatkan DKI Jakarta Pertamina Enduro. Saat itu, ia membela pasukan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, kemudian finis pada peringkat ketiga, sementara Pertamina Enduro sukses meraih peringkat juara.
Meski demikian, Mega menegaskan keputusannya kembali bergabung dengan Ibukota Pertamina Enduro merupakan hal yang dimaksud natural. Ia mengumumkan kelompok yang dimaksud sebagai bagian penting dari perjalanan kariernya di dalam Proliga.
“Aku lahir ke Proliga, debut juga ke Pertamina. Enggak ada alasan juga sih, oleh sebab itu aku free juga setiap tahunnya, jadi mau mengambil bagian mana semata bisa,” ujar Mega.
Sementara itu, Manajer Tim Ibukota Pertamina Enduro Widi Triyoso menyatakan tim sudah mempersiapkan diri secara maksimal, di antaranya di pemilihan komposisi pemain.
“Total pemain sebenarnya ada 19, tapi dari PB semata-mata memperkenankan 15. Empat pemain nanti akan kita evaluasi,” kata Widi.
Dari sisi pemain asing, Widi memverifikasi seluruh pemain telah terjadi bergabung. Ibukota Indonesia Pertamina Enduro kembali diperkuat Yana Shcherban selama Rusia, dan juga mendatangkan Wilma Salas Rosell dari Kuba.
“Yang baru, yaitu Wilma Salas dari Kuba baru datang kemarin tapi untuk kelompok sudah ada sanggup latihan sekitar satu bulan,” ujar Widi.
Widi juga menegaskan bahwa Mega bukanlah wajah baru bagi Ibukota Indonesia Pertamina Enduro. Atlet berusia 24 tahun itu tercatat telah dilakukan lima kali bergabung dengan Pertamina sejak 2014.
“Sebenarnya Mega ini bukanlah pemain baru di dalam kami, akibat kembali pulang ke rumah asalnya,” kata manajer tim Ibukota Indonesia Pertamina Enduro itu.
Lebih lanjut, Widi menegaskan tekat Ibukota Pertamina Enduro untuk mempertahankan penghargaan pada Proliga 2026.
“Alhamdulillah kita meraih juara sudah ada tiga kali, runner-up kita empat kali. Jadi sebagai finalis kita dapat dikatakan telah tujuh kali,” ujar Widi.
“Saya kira kita agak beda dengan yang tersebut lain. Kalau yang tersebut lain targetnya juara, kalau kami mempertahankan juara.”















