DKI Jakarta – Menteri Pemuda lalu Olahraga Erick Thohir menekankan bahwa pada waktu ini bukanlah zamannya lagi bagi setiap kementerian menjalankan kegiatan kerja sendiri-sendiri.
Erick mengutarakan bahwa ketika ini diperlukan sinergitas lintas kementerian untuk menciptakan kegiatan yang dapat meningkatkan perputaran perekonomian nasional.
Kementerian Pemuda juga Olahraga (Kemenpora) bersinergi dengan Kementerian Perjalanan (Kemenpar) untuk menggencarkan sport tourism di tahun 2026 mendatang.
“Karena ini bukanlah eranya kami menyebabkan program-program yang digunakan menara gading yang mana sendiri-sendiri. Tetapi ibu Widi punya data, saya punya data, saya punya program. Nah ini yang digunakan kami sinergikan titik-titiknya,” kata Erick Thohir di konferensi pers di dalam Jakarta, Senin.
“Misalnya kami fokus dulu di dalam beberapa titik tempat kejadian surfing, misal kalau sampai 2029 ada tiga (titik lokasi) itu jadi udah berapa banyak dampak (perputaran ekonomi) yang datang. Nah yang ini nanti kita di dalam pada payung perjanjian antar kementerian ini kita dapat bertukar acara ataupun programnya disinergikan dengan dua pendanaan kementerian yang memang sebenarnya sesuai dengan target daripada (berjalan) masing-masing kementerian,” imbuhnya.
Saat ini pihak Kemenpora dan juga Kemenpar sedang menyiapkan strategi untuk mendongkrak peningkatan sport tourism dengan memetakan setiap area seperti Lampung hingga Banyuwangi untuk bermetamorfosis menjadi salah satu destinasi sport tourism.
Erick mengemukakan bahwa acara ini juga nantinya akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) untuk dapat memberikan akses dan juga infrastruktur yang mana memadai di dalam area yang digunakan dituju sebagai sport tourism.
United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mencatatkan data sport tourism telah terjadi menyumbang lebih besar dari satu puluh persen total belanja pariwisata planet dan juga diproyeksikan meningkat hingga 17,5 persen per tahun hingga 2030 mendatang.
Data yang dimaksud menunjukkan bahwa sport tourism dinilai berubah menjadi salah satu subsektor paling prospektif.
Data Kementerian Perjalanan mencatatkan bahwa nilai perekonomian sport tourism mencapai RP 18,79 triliun pada 2024 silam. Pendapatan yang disebutkan masih mengalami peningkatan yang digunakan cukup signifikan dengan menguatnya tren minat wisata olahraga.













