Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Arab Saudi desak UEA penuhi permintaan Yaman untuk tarik pasukan

Arab Saudi desak UEA penuhi permintaan Yaman untuk tarik pasukan

Istanbul – Arab Saudi mengajukan permohonan Uni Emirat Arab (UEA) menanggapi secara positif permintaan Yaman untuk mengejutkan pasukan Emirat dari wilayah Yaman pada waktu 24 jam.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (30/12), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Saudi menyatakan kekecewaannya menghadapi “tindakan yang dimaksud dijalankan negara sahabat Uni Emirat Arab” yang menggalakkan pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) untuk melancarkan operasi militer di Hadhramaut dan juga Al-Mahra.

Kedua wilayah Yaman itu berbatasan secara langsung dengan Arab Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan langkah UEA itu sebagai “ancaman terhadap keamanan nasional Kerajaan dan juga keamanan serta stabilitas” Yaman, menurut pernyataan tersebut.

“Kerajaan menegaskan pentingnya Uni Emirat Arab sebagai negara sahabat untuk menerima permintaan Republik Yaman agar seluruh pasukannya meninggalkan Republik Yaman pada waktu dua puluh empat jam, dan juga menghentikan segala bentuk dukungan militer maupun keuangan terhadap pihak mana pun pada Yaman,” kata Kemlu Saudi.

Arab Saudi juga menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya merupakan batas yang mana tidaklah boleh dilanggar kemudian “Kerajaan bukan akan ragu mengambil seluruh langkah lalu tindakan yang dimaksud diperlukan untuk menghadapi juga menetralisasi ancaman tersebut.”

Sebelumnya pada hari yang digunakan sama, Yaman mengumumkan pembatalan kerja sejenis pertahanan dengan UEA serta memohonkan UEA segera mendebarkan seluruh pasukannya dari wilayah Yaman di waktu 24 jam.

Keputusan itu diambil pemerintah Yaman menyusul pengiriman senjata oleh UEA terhadap pasukan STC, kelompok urusan politik dan juga militer paling kuat di dalam wilayah selatan Yaman serta terlibat di konflik ke negara itu.

Kantor berita SPA sebelumnya melaporkan bahwa koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap Pelabuhan Al Mukalla di Yaman timur yang digunakan memiliki target senjata lalu peralatan militer yang tersebut diturunkan dari dua kapal yang digunakan tiba dari UEA.