DKI Jakarta – Polres Metro DKI Jakarta Utara sudah pernah memeriksa empat khalayak saksi terkait tewasnya satu keluarga yang tersebut terdiri dari orang ibu serta dua anaknya dalam pada kontrakan ke Jalan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, pada Jumat.
“Empat pendatang saksi yang kami periksa. Satu pemukim merupakan anak orang yang terluka serta manusia lagi merupakan keluarga,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Ibukota Indonesia Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar ke Jakarta, Jumat.
Saat ini penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga Hari Jumat malam. “Kami masih bekerja untuk mengungkap persoalan hukum ini,” katanya.
Selain itu, tiga jasad individu yang terjebak telah dibawa ke RS Polri untuk direalisasikan pemeriksaan luar dan juga autopsi. “Kami masih menanti hasil dari kelompok forensik RS Polri,” ujarnya.
Menurut Onkoseno, yang digunakan pertama kali menemukan ketiga jasad orang yang terdampar adalah anak orang yang terdampar yang mana baru pulang ke rumah. Saat anak yang disebutkan pulang kemudian membuka pintu mendapati tubuh keluarganya pada terlentang di dalam pada kontrakan tersebut.
“Anak ini menemukan ketiga jasad pada keadaan mulut mengeluarkan busa kemudian ada ruam dalam tubuhnya,” jelasnya.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penggerak mulut mengeluarkan busa serta ruam yang ditemukan dalam jasad korban. “Proses penyelidikan masih berjalan lalu kami masih melakukan analisa terkait perkara ini,” tuturnya.
Untuk barang bukti, kata dia, tim menyita barang bukti merupakan botol minuman, bungkus makanan, seprai lalu pakaian korban.
“Barang bukti ini kami kumpulkan untuk melengkapi penyelidikan,” kata Onkoseno.
Sebelumnya, tiga pemukim yang mana terdiri dari dua perempuan lalu satu anak laki-laki ditemukan meninggal dunia dalam pada rumah kontrakan di dalam Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Ibukota Indonesia Utara, pada hari terakhir pekan pagi.
Sementara itu, satu orang yang terdampar selamat kemudian dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban yang meninggal dunia, yakni anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50) serta perempuan berinisial AAL (27). Sementara individu yang terjebak yang digunakan selamat itu pria berinisial ASJ (22).















