Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Presiden sementara Venezuela tetapkan tujuh hari berkabung

Presiden sementara Venezuela tetapkan tujuh hari berkabung

Kota Moskow – Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan masa berkabung selama tujuh hari untuk menghormati dia yang mana tewas di operasi militer Amerika Serikat.

“Saya sudah pernah memutuskan untuk menetapkan masa berkabung selama tujuh hari sebagai pengakuan serta kemuliaan bagi para pemuda, perempuan, kemudian laki-laki yang gugur serta mengorbankan nyawa merek demi membela Venezuela lalu Presiden Nicolas Maduro. Penghormatan kami tertuju untuk mereka,” kata Rodriguez, Selasa (6/1).

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro kemudian istrinya, Cilia Flores, sebelum keduanya dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan menghadapi dugaan keterlibatan mereka itu pada apa yang tersebut disebut sebagai “narko-terorisme.”

Presiden sementara Venezuela itu menambahkan bahwa penetapan masa berkabung yang disebutkan berkaitan dengan tewasnya para pemuda yang digunakan oleh otoritas Venezuela dianggap sebagai martir, yang dimaksud gugur pada waktu mempertahankan negara dari agresi eksternal demi nilai-nilai tertinggi republik.

Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela harus menyimpan perdamaian internal lalu mengulangi seruannya untuk mengakhiri tekanan dan juga serangan terhadap republik tersebut.

Sementara itu pada Hari Minggu (4/1), eksekutif Kuba menyampaikan bahwa 32 pejuang yang menjalankan tugas keamanan dan juga pertahanan di Caracas melawan permintaan otoritas Venezuela gugur ketika menghadapi perlawanan sengit.

Para pejuang yang disebutkan tewas akibat pertempuran secara langsung dengan pasukan Amerika Serikat atau akibat pengeboman, kata Kuba. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez kemudian menetapkan 5 serta 6 Januari sebagai hari berkabung nasional.

Kemudian pada Selasa, Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba merilis nama-nama 32 pejuang yang gugur. Di antara merekan terdapat 11 anggota angkatan bersenjata juga 21 anggota Kementerian Dalam Negeri Kuba.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mengakui bahwa sejumlah warga tewas akibat operasi militer Negeri Paman Sam di dalam Venezuela, kemudian menambahkan bahwa sebagian besar penderita merupakan warga Kuba.