Doha – Qatar bersatu mediator lain pada konflik Jalur Wilayah Gaza mendiskusikan transisi ke fase kedua perjanjian gencatan senjata, yang digunakan akan melibatkan pengerahan kontingen internasional, kata juru bicara Menteri Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, pada Selasa.
“Qatar bekerja identik dengan mediator lain untuk memverifikasi pelaksanaan fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza,” kata al-Ansari di sebuah konferensi pers.
Qatar juga berada dalam bernegosiasi dengan para mediator untuk melanjutkan operasi di penyeberangan Rafah, antara Jalur Wilayah Gaza dan juga Mesir, juga untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan, imbuhnya.
Perjanjian gencatan senjata antara tanah Israel dan juga pergerakan Palestina organisasi Hamas pada Jalur Kawasan Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober.
Perwakilan Hamas, Ghazi Hamad, mengemukakan untuk RIA Novosti pada Desember bahwa tentara tanah Israel telah terjadi melanggar gencatan senjata tambahan dari 900 kali, dengan otoritas setempat melaporkan lebih besar dari 410 pendatang tewas juga tambahan dari 1.100 khalayak luka-luka selama periode tersebut.
Pada pertengahan November, Dewan Keselamatan PBB menyetujui resolusi yang tersebut diajukan Negeri Paman Sam untuk menyokong rencana komprehensif Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump pada menyelesaikan situasi pada Gaza.
Tiga belas dari 15 anggota komite memberikan pernyataan mendukung, sementara Rusia lalu China abstain.
Rencana Negeri Paman Sam untuk Kawasan Gaza mengusulkan administrasi internasional sementara untuk wilayah tersebut, dan juga pembentukan komite perdamaian yang dimaksud dipimpin oleh Trump, juga pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan bahwa kelanjutan implementasi rencana perdamaian Trump untuk konflik Kawasan Gaza diragukan, mengingat pernyataan dari negara Israel dan juga organisasi Hamas tentang pelanggaran terhadap syarat-syarat inisiatif tersebut.














