DKI Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melakukan konfirmasi bahwa KBRI Caracas terus memantau keadaan lalu keamanan aset Indonesia dalam Venezuela seusai serangan militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro akhir pekan lalu.
Disampaikan Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, aset-aset Nusantara yang ada pada Venezuela, khususnya aset pada bawah PT Pertamina Internasional Eksplorasi serta Produksi (PIEP), dipastikan pada keadaan aman.
“Kemlu RI melalui KBRI Caracas pun terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi di dalam Venezuela, khususnya terkait keamanan aset juga operasional PIEP,” kata Yvonne pada waktu dihubungi di dalam Jakarta, Selasa.
Ia pun mengamini pernyataan manajemen PT PIEP beberapa waktu yang tersebut setelah itu bahwa sarana ladang migas yang mana dikelola oleh PIEP tidaklah terdampak serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Hari Sabtu (3/1) lalu.
Dalam tanggapan resminya, Hari Minggu (4/1), PT PIEP menyampaikan bahwa pihaknya merupakan pemegang saham mayoritas, dengan kepemilikan 71,09 persen, pada perusahaan eksplorasi migas Prancis Maurel & Prom (M&P) yang tersebut salah satu asetnya berada di dalam Venezuela.
PIEP menyatakan berdasarkan pemantauan yang tersebut dilakukan, tidak ada terdapat dampak atau kecacatan apapun terhadap aset dan juga staf M&P pada Venezuela.
Perusahaan juga menyampaikan terus melakukan pemantauan secara cermat dan juga menjalin koordinasi berkelanjutan dengan KBRI Caracas sebagai langkah kehati-hatian.
Diketahui, PIEP selama ini terlibat mengakuisisi lalu menjalankan lapangan migas pada bervariasi negara untuk mengupayakan permintaan energi domestik sekaligus menguatkan ketahanan energi nasional. Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas ke 11 negara, salah satunya Venezuela.
Merespons serangan Amerika Serikat ke Venezuela, pemerintah Tanah Air pada Hari Senin (5/1) mengungkapkan keprihatinan bahwa tindakan yang mana melibatkan penyelenggaraan atau ancaman kekuatan semacam itu berisiko menciptakan preseden berbahaya pada hubungan internasional.
Indonesia pun menyerukan untuk semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, di antaranya prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa juga hukum humaniter internasional, dan juga mengutamakan keselamatan warga sipil.
Sementara itu, menyusul penculikan Maduro oleh AS, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez menjabat sebagai presiden sementara.














