Ibukota Indonesia – Kepelatihan Brighton & Hove Albion Fabian Hurzeler mencela keras taktik memperlambat tempo permainan yang mana diperagakan Arsenal pasca timnya kalah 0-1 pada laga lanjutan Turnamen Inggris di American Express Stadium, Rabu waktu setempat.
“Ada bervariasi cara untuk menang. Jika merekan menjuarai Kejuaraan Inggris, tiada akan ada yang mana bertanya bagaimana cara mereka menjuarainya,” ujar Hurzeler menanggapi gaya bermain Arsenal, pada laman ESPN pada Kamis.
Kekalahan tipis yang disebutkan menyebabkan kekecewaan kubu tuan rumah yang menyimpulkan regu tamu sengaja mencederai sportivitas melalui praktik buang-buang waktu sepanjang pertandingan.
Hurzeler menyatakan bahwa walaupun hasil akhir sangat menentukan, cara sebuah tim meraih kemenangan terus berubah menjadi sorotan.
Pertandingan yang disebutkan ditentukan oleh gol tunggal penyerang Arsenal Bukayo Saka pada menit kesembilan setelahnya tembakannya berbelok arah akibat mengenai pemain lawan. Kemenangan ini memperkokoh tempat pasukan asuhan Mikel Arteta di dalam puncak klasemen Kejuaraan Inggris dengan keunggulan tujuh poin dari pesaing terdekat Manchester City.
Hurzeler menafsirkan Arsenal seolah mendapatkan keistimewaan untuk bermain dengan standar mereka itu sendiri di lapangan.
“Mereka menciptakan aturan sendiri. Saat ini, saya merasa mereka menjalankan aturan merekan sendiri, tidak ada peduli bagaimana cara mereka bermain,” tutur pembimbing berusia 33 tahun tersebut.
Hurzeler juga mengungkapkan hasil diskusinya dengan wasit Chris Kavanagh pada ketika jeda pertandingan terkait upaya meminimalisir waktu yang terbuang. Menurut pengakuannya, wasit mengakui kesulitan menindak praktik yang disebutkan secara dengan segera dalam berada dalam tekanan pertandingan yang dimaksud panas.
Meskipun gagal meraih poin, Brighton mendominasi permainan melalui penguasaan bola yang mana lebih banyak besar dan juga jumlah keseluruhan tembakan yang mana lebih tinggi banyak.
Hurzeler kekal bangga dengan identitas permainan menyerang yang tersebut ditunjukkan oleh timnya.
Mikel Arteta sendiri enggan menanggapi kritik dari sejawatnya tersebut.















