Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Kejuaraan Inggris musim ini, antara sejarah besar serta tragedi

Kejuaraan Inggris musim ini, antara sejarah besar juga tragedi

Ibukota Indonesia – Dua hal bisa saja berlangsung di Kejuaraan Premier Inggris musim ini, yakni terciptanya sejarah besar atau malah tragedi besar.

Keduanya menyangkut pencapaian Arsenal, kiprah klub-klub merekan di dalam mandala Eropa, lalu nasib Tottenham Hotspur, yang digunakan terlalu besar untuk dibiarkan terpental dari Kejuaraan Premier.

Semua itu sanggup bermuara pada akhir yang digunakan membahagiakan atau happy ending, tetapi tak tertutup kemungkinan berujung pada sebuah tragedi besar.

Mari kita mulai dari skenario happy ending.

Musim ini, Kejuaraan Premier mencatat sukses besar di dalam tiga kompetisi Eropa pasca empat klub merekan dalam ambang mencapai final Kejuaraan Champions, Turnamen Europa, serta Kejuaraan Conference Europa.

Keempat klub itu adalah Arsenal pada Kompetisi Champions, Aston Villa lalu Nottingham Forest di Turnamen Europa, lalu Crystal Palace di dalam Kejuaraan Conference.

Tapi belaka Palace yang digunakan tak pernah mengangkat trofi juara kompetisi Eropa dan juga cuma Villa serta Forest yang tersebut pernah menjuarai Turnamen Champions sewaktu masih bernama Piala Eropa.

Satu tempat di final Kompetisi Europa telah pasti menjadi milik Inggris. Sementara di Kompetisi Champions kemudian Kejuaraan Conference, Arsenal lalu Palace berpeluang besar berada ke putaran puncak jikalau mendapatkan hasil baik di seri kedua sedang pekan ini yang dimaksud semuanya dijalankan di stadion mereka.

Arsenal cuma butuh menang satu gol tanpa balas di semifinal ronden kedua dalam London pada Rabu dini hari esok, untuk mencapai final Turnamen Champions.

Musim ini Arsenal terlalu sulit untuk dikalahkan kala berjuang ke kandang. Hanya Manchester United kemudian Bournemouth yang mana dapat menundukkan merekan di Stadion Emirates.

Atletico Madrid yang tersebut berubah jadi lawan merekan di semifinal Kejuaraan Champions malah dibantai 0-4 di fase grup pada 25 Oktober tahun lalu.

Dari statistik menyeramkan itu, Arsenal yang mana tak pernah kalah di Turnamen Champions musim ini, sangat pantas berada di final Turnamen Champions guna menghadapi Bayern Muenchen atau Paris Saint Germain.

Di Kompetisi Conference, Palace belaka diperlukan seri pada ronden kedua semifinal berjuang melawan Shakhtar Donetsk yang merekan bungkam 3-1 pada ronden pertama pada sisi tandang 1 Mei lalu.