Manokwari – Televisi Republik Nusantara (TVRI) Papua Barat mengupayakan agar siaran Piala Planet 2026 dapat menjangkau seluruh wilayah, satu di antaranya area yang dimaksud hingga sekarang belum terkoneksi dengan jaringan internet atau kawasan blank spot.
Kepala Stasiun TVRI Papua Barat Lenny Sinay dalam Manokwari, Selasa, memaparkan pihaknya akan berkoordinasi dengan kelompok teknis TVRI Pusat agar memperoleh izin pemakaian satelit pada menyiarkan 104 pertandingan Piala Dunia.
“Sekarang teman-teman teknis lagi bekerja keras, supaya dapat gunakan satelit. Sekitar 25 persen tempat blank spot yang dimaksud tak bisa saja dijangkau lewat pemancar,” kata Lenny.
Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan tujuh satuan transmisi yang tersebar ke wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya untuk menyokong kelancaran siaran sepak bola selama pelaksanaan Piala Planet 2026.
Dari total itu, empat transmisi berlokasi dalam Papua Barat, yaitu Daerah Manokwari, Kaimana, Teluk Bintuni, juga Fakfak, sedangkan tiga transmisi lainnya berada dalam Papua Barat Daya, yaitu Pusat Kota Sorong, Daerah Sorong Selatan serta Raja Ampat.
“Tiga transmisi telah digital, sedangkan empat lainnya analog. Tapi kami dapat bantuan dua transmisi 500 watt untuk Fakfak dan juga Raja Ampat,” ujarnya.
Lenny mengumumkan bahwa, sosialisasi pengaplikasian antena UHF (ultra high frequency) untuk mengakses sinyal televisi digital terus dikerjakan secara tatap muka dari rumah ke rumah, maupun melalui kanal media sosial TVRI Papua Barat.
Masyarakat yang miliki televisi analog disarankan menambah alat set top box yang digunakan berfungsi mengubah sinyal analog bermetamorfosis menjadi digital agar dapat menyaksikan Piala Global 2026 melalui siaran TVRI Nasional serta TVRI Sports.
“Kami juga sudah ada selenggarakan road show dengan dengan RRI Manokwari,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan fun walk ataupun road show akan diselenggarakan satu kali sebelum Piala Global 2026 dengan target sosialisasi menjangkau ke seluruh lapisan warga di dalam wilayah Papua Barat kemudian Papua Barat Daya.
Masyarakat diimbau terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui QR Code yang tersebut ditampilkan pada siaran TVRI setiap saat, sekaligus memilih kategori siaran nonton bareng non-komersil atau komersil seperti kafe, restoran, serta hotel.
“Kami juga sedang berinteraksi dengan setiap-tiap pemerintah tempat agar bisa jadi mengadakan nonton bareng pada waktu membuka Piala Dunia,” ujarnya.











