Ibukota – Klub juara Championship Garudayaksa FC dan juga Bintang Timur Atambua Academy berburu penerus Marselino Ferdinan dalam timnas Indonesi melalui kerja identik kedua belah pihak di pengembangan sepak bola usia muda.
Garudayaksa juga Bintang Timur Atambua Academy menunjukkan komitmennya pada pengembangan sepak bola usia muda dengan mengadakan seleksi pemain EPA Garudayaksa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kategori U16, U18, serta U20.
Seleksi dilaksanakan di dalam tiga zona, yaitu Flores (23 Juni 2026), Atambua (24–25 Juni 2026), juga Kupang (24–25 Juni 2026). Para pemain terbaik dari ketiga zona yang dimaksud selanjutnya akan mengikuti seleksi zona NTT yang mana dipusatkan ke Kupang pada 27–28 Juni 2026.
Wakil Wali Pusat Kota Kupang sekaligus ketua eksekutif Bintang Timur Atambua Academy Serena Cosgrova Francis mengemukakan bahwa NTT memiliki tradisi panjang di melahirkan talenta sepak bola berkualitas yang mana mampu bersaing dalam level nasional.
“NTT tidak ada kekurangan bakat. Yang dibutuhkan adalah akses, kesempatan, dan juga sistem pembinaan yang dimaksud berkelanjutan. Kerjasama Garudayaksa FC juga BTA Academy hadir untuk membuka jalan bagi anak-anak NTT agar dapat tumbuh menjadi pemain profesional juga suatu pada waktu membela kelompok nasional Indonesia,” ujar Serena, di informasi resminya, Selasa.
Menurut Serena, diperkenalkan penggawa seperti Marselino yang mana miliki darah NTT, juga pemain lain yang mana berasal dari tanah ini seperti Yabes Roni Malaifani juga Fransiskus Xaverius Misa, berubah jadi inspirasi sekaligus bukti bahwa talenta dari timur Tanah Air mampu bersaing ke panggung nasional bahkan internasional.
“Jika hari ini kita miliki Yabes Roni, Frans Misa, serta Marselino Ferdinan, maka saya yakin dalam lapangan-lapangan sepak bola Flores, Timor, Sumba, Alor, Rote, Sabu, serta Lembata masih banyak talenta muda yang kelak akan berubah jadi kebanggaan Indonesia. Pekerjaan kita adalah menemukan serta membina mereka,” tambah dia.
Sementara itu, Koordinator Tim Seleksi Garudayaksa, Rifandy, menegaskan bahwa tahapan seleksi akan dijalankan secara profesional, objektif, serta mengedepankan peluang jangka panjang pemain.
“Kami datang ke NTT bukanlah hanya sekali mencari pemain terbaik hari ini, tetapi mencari calon pemain profesional masa depan. Kami mencari karakter, disiplin, mental juara, kemampuan teknis, serta kemauan untuk terus berkembang. Kami percaya NTT adalah salah satu lumbung talenta sepak bola terbesar pada Indonesia,” kata Rifandy.
Saat ini, Garudayaksa adalah kontestan Super League atau Kejuaraan 1 pasca mereka itu iklan dari kasta kedua sebagai juara. Saat itu, dalam final, Garudayaksa mengalahkan PSS Sleman dalam Stadion Maguwoharjo lewat adu penalti dengan skor 4-3, usai kedua regu bermain imbang 2-2 pada waktu normal kemudian tambahan waktu.











