DKI Jakarta – Asian Boxing U19 dan juga U23 Championship 2026 dapat bermetamorfosis menjadi sarana membina atlet tinju, kata Event Director Asian Boxing U19 serta U23 Championship 2026, Dewanthono.
“Asian Boxing benar-benar mendukung, sebab kami berharap ini berubah jadi salah satu event, sarana pembinaan atlet,” kata Dewanthono pada sesi konferensi pers pada Jakarta, Sabtu.
Sebanyak 19 petinju putra lalu putri Negara Indonesia ambil bagian pada event di DKI Jakarta itu pada 3 hingga 16 Juli 2026.
Dewanthono menyatakan persiapan telah berlangsung sejak enam bulan lalu.
“Persiapan sudah ada diwujudkan sejak kami lakukan sejak mendapatkan bidding pada tahun lalu, sehingga bermacam persiapan sudah ada kami lakukan,” kata Dewanthono.
“Persiapannya sekarang sudah ada mencapai 99,9 persen, tinggal jalan sekadar serta itu sudah ada kami persiapkan mungkin saja di waktu enam bulan sebelumnya,” pungkasnya.
Kejuaraan ini diperkirakan berlangsung sangat kompetitif. Lebih dari 400 petinju dari 26 negara Asia ambil bagian.
Kejuaraan itu disertai petinju-petinju muda dari negara dengan tradisi kuat pada cabang tinju, seperti Uzbekistan, Kazakhstan, Jepang, juga Filipina.
Kehadiran para petinju dari negara-negara yang disebutkan menyebabkan Asian Boxing U19 dan juga U23 Boxing Championships 2026 bermetamorfosis menjadi arena penting bagi Nusantara untuk mengukur kualitas pembinaan atlet muda kemudian memperluas pengalaman berlaga di level kontinental.















