Ibukota – Pengurus Bulu Tangkis Seluruh Indonesi (PBSI) fokus membenahi kekurangan mendekati World Junior Championships (AJC) 2026 agar lebih banyak baik dibandingkan edisi lalu, kata Manajer Tim Nusantara untuk turnamen ini, Eskar Denatara.
“Saat menghadapi Korea ke fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan,” kata Eskar di penjelasan PBSI pada Selasa.
“Sebaliknya ketika berhadapan dengan Tanah Melayu dan juga Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial,” ujar Eskar.
Eskar menafsirkan secara teknik, fisik, lalu mental regu Nusantara masih mumpuni, namun terdapat pekerjaan rumah yang dimaksud harus diselesaikan dari aspek taktik, ketenangan kemudian jam terbang di level internasional.
Pada nomor perseorangan, regu Merah Putih menempatkan tujuh perwakilan pada sesi perempat final ke mana tunggal putra menyumbangkan hasil terbaik melalui Fardhan Joe yang dimaksud meraih medali perak, meningkat dari perunggu pada edisi sebelumnya.
Dari putri, Ester mengevaluasi diperlukan peningkatan kekuatan fisik, khususnya daya tahan, agar bersaing secara konsisten dalam level Asia.
Pada ganda putra, kemampuan mengurus tekanan juga mengambil langkah pada poin-poin penting berubah menjadi fokus pembenahan.
Eskar memberikan catatan penting khususnya terkait dengan perkembangan negara-negara lain, yang mana peningkatan signifikan sehingga persaingan dalam level kategori junior Asia semakin merata juga kompetitif.
“Kami harus terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu mengikuti perkembangan persaingan yang mana semakin ketat,” katanya.













