Ibukota – Perkumpulan Besar Padel Negara Indonesia (PBPI) meluncurkan jersei FIP Bronze-Promises Ibukota Indonesia 2026 sebagai identitas kejuaraan sekaligus media iklan Ibukota sebagai kota olahraga internasional.
Wakil Ketua Umum I PBPI Mochtar Sarman menjelaskan, peluncuran jersei yang dimaksud tidaklah hanya saja menghadirkan identitas visual turnamen, tetapi juga berubah jadi sarana memperkenalkan Ibukota Indonesia sebagai kota internasional yang berkembang, di antaranya di sektor olahraga kemudian pariwisata olahraga.
“Jadi tiada belaka padel sebagai olahraga, tetapi sanggup juga bermetamorfosis menjadi sport tourism atau mendongkrak kunjungan wisatawan,” kata ia di konferensi pers dalam Jakarta, Senin, sebagai persiapan penyelenggaraan event yang dimaksud dalam Rana Grounds, Mampang, DKI Jakarta Selatan, pada 6-12 Juli.
Lebih lanjut Mochtar menjelaskan, PBPI untuk pertama kalinya menciptakan jersei khusus sebagai identitas FIP Jakarta.
Jersei yang dimaksud diharapkan berubah jadi ciri khas kompetisi sekaligus menguatkan pengenalan DKI Jakarta sebagai tuan rumah kompetisi padel internasional.
Dia menyatakan, jersei untuk FIP Bronze didominasi warna hijau yang tersebut dipilih untuk menggambarkan Ibukota sebagai kota modern yang mana mengedepankan kelestarian lingkungan dan juga penyelenggaraan berkelanjutan.
Sementara, jersei untuk FIP Promises menggunakan warna oranye yang tersebut lebih lanjut mencolok.
Warna yang disebutkan dipilih oleh sebab itu dinilai telah dilakukan lama melekat sebagai salah satu identitas visual Jakarta, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kekuatan iklan di mana dikenakan siapa pun.
Dia berharap jersei resmi pertandingan bukan semata-mata digunakan selama pertandingan berlangsung, tetapi juga dipakai para atlet ke berubah-ubah kesempatan sehingga dapat bermetamorfosis menjadi media iklan bagi Tanah Air juga Ibukota Indonesia ke tingkat internasional.
Sementara itu, PBPI dipercaya oleh Federasi Padel Internasional (FIP) untuk menyelenggarakan kejuaraan FIP Bronze Ibukota mulai Rabu (8/7) dengan dihadiri oleh lebih tinggi dari 200 pemain putra serta putri dari bermacam negara, salah satunya Spanyol, Meksiko, Argentina, serta Kazakhstan, juga Indonesia.
Adapun FIP Promises akan berlangsung mulai Kamis (9/7) dengan memperlombakan kelompok usia (KU) 14, KU-16, lalu KU-18.
Turnamen kategori junior yang dimaksud diharapkan berubah jadi turnamen bagi atlet muda Indonesi untuk menambah pengalaman, sekaligus mengukur kemampuan menghadapi persaingan internasional.













