Kudus – Direktur Rencana Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menganggap penyelenggaraan Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 membantu Wilayah Kudus berubah menjadi kota sport tourism oleh sebab itu memberikan dampak ekonomi, pembinaan atlet, peningkatan prestasi, sekaligus pemasaran daerah.
Menurut dia, berubah-ubah kompetisi sepak bola putri yang digunakan juga telah dilaksanakan sebelumnya, diantaranya HSL pada empat regional Pulau Jawa telah lama menunjukkan perkembangan yang mana melampaui ekspektasi.
“Saya pikir masa depan untuk sport tourism ke Kota Kudus akan semakin maju,” kata Yoppy setelahnya mengikuti penutupan kegiatan HSL All-Stars 2025/2026 di dalam Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu.
Dia menjelaskan pertandingan kelompok umur itu sudah ada mempunyai fondasi kuat untuk semakin mengalami perkembangan sehingga mampu memberikan faedah berkelanjutan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, besarnya antusiasme peserta, pendamping tim, lalu penduduk selama kompetisi berlangsung tak hanya sekali berdampak pada kualitas kompetisi. Tetapi juga menggerakkan perekonomian komunitas melalui aktivitas pelaku bisnis mikro, kecil, juga menengah (UMKM), sektor perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi di sekitar kedudukan pertandingan.
Yoppy menyatakan keberhasilan penyelenggaraan HSL All-Stars menjadi modal penting bagi Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk terus mengembangkan biosfer sepak bola putri.
Program yang disebutkan juga berubah menjadi bagian dari pembinaan berjenjang yang mana terhubung dengan MilkLife Soccer Challenge, Hydroplus Soccer League hingga pertandingan internasional Srikandi Merdeka Cup 2026.
Direktur acara itu menambahkan jangkauan HSL yang dimaksud ada di empat regional yakni Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur juga terus bertambah.
Setelah awalnya diselenggarakan pada delapan kota juga berprogres menjadi 10 kota, pada masa kini penyelenggaraan berikutnya ditargetkan menjangkau 15 kota guna semakin sejumlah talenta muda mendapatkan kesempatan berkompetisi dan juga berkembang.
Djarum senantiasa membuka prospek kolaborasi dengan berubah-ubah sponsor untuk memperluas penyelenggaraan kompetisi seperti ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua, juga wilayah lain dalam Pulau Jawa.
Menurut dia, semakin berbagai tempat yang digunakan memiliki kompetisi sepak bola putri, semakin besar pula potensi lahirnya atlet berprestasi yang digunakan dapat mengangkat kualitas sepak bola nasional, sekaligus menguatkan citra Kudus sebagai destinasi sport tourism.















