Ibukota Indonesia – Ganda putra Negara Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengubah strategi permainan untuk menyingkirkan pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy pada perempat final BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, Jumat.
Unggulan kedua itu mengamankan tiket semifinal pasca menang dua gim secara langsung dengan skor 22-20, 21-13.
Fajar mengungkapkan mereka sempat keliru menerapkan pola permainan pada awal gim pertama sehingga kesulitan mengimbangi kecepatan Lane/Vendy.
“Cukup mengagetkan juga merek cepat ya, merek bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi dalam awal gim pertama. Kemarin pada waktu bertarung dengan pasangan Taiwan, kami menerapkan pola yang simple tapi berbeda dengan hari ini, kami harus bermain dengan agresif dan juga dengan bola cepat,” kata Fajar pada informasi resmi PBSI setelahnya pertandingan.
Fajar/Fikri kemudian mengambil inisiatif untuk meningkatkan tempo lalu bermain lebih tinggi agresif pasca interval gim pertama. Perubahan yang dimaksud menimbulkan merekan mampu membalikkan keadaan kemudian merebut gim pembuka dengan skor ketat 22-20.
“Jadi setelahnya interval kami secara langsung inisiatif untuk mengubah pola kemudian berhasil,” ujar Fajar.
Setelah menyeberangi gim pertama, Fajar/Fikri semakin menguasai pertandingan. Mereka mampu melindungi tekanan dan juga tak memberikan berbagai kesempatan terhadap pasangan Inggris itu untuk mengembangkan permainan pada gim kedua.
Pada semifinal, Fajar/Fikri akan menghadapi perwakilan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pertemuan yang disebutkan membuka kesempatan bagi pasangan Negara Indonesia itu untuk membalas kekalahan tipis pada final Denmark Open 2025.
“Besok sudah ada ditunggu perwakilan tuan rumah Hoki/Kobayashi. Kami terakhir bertemu pada final Denmark Open 2025 juga kami kalah tipis,” kata Fikri.
Fikri menganggap kedua pasangan memiliki kesempatan yang dimaksud sama, tetapi Fajar/Fikri harus mampu mengimbangi semangat dan juga daya juang Hoki/Kobayashi yang tersebut akan mendapat dukungan penuh rakyat tuan rumah.
“Mereka pasangan yang digunakan sangat bagus, bukan enteng untuk berhadapan dengan mereka. Tapi kami sama-sama punya peluang, yang mana penting kami bukan kalah semangat kemudian fighting spiritnya mengingat merekan pasti tampil penuh ambisi lantaran akan dapat dukungan umum tuan rumah,” ujar Fikri.













