Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Atlet golf J diduga dibawa ke Negara Malaysia sehari usai dilaporkan diculik

Atlet golf J diduga dibawa ke Negara Tanah Melayu sehari usai dilaporkan diculik

Ibukota Indonesia – Polres Metro Ibukota Indonesia Pusat mengungkapkan perempuan berinisial J, yang dimaksud sebelumnya dilaporkan diduga bermetamorfosis menjadi orang yang terluka penculikan di kawasan Mangga Besar, diduga telah lama meninggalkan Tanah Air menuju Kuala Lumpur, Malaya sehari pasca perkembangan yang tersebut dilaporkan terjadi.

Kasat Reskrim Polres Metro Ibukota Pusat, AKBP Roby Heri Saputra menyatakan informasi yang dimaksud diperoleh penyidik berdasarkan manifes penumpang yang mana sudah pernah diterima kepolisian.

“Kejadian yang disebutkan tanggal 13, tak lama kemudian tanggal 14 yang digunakan bersangkutan ada dalam Semarang meninggalkan Nusantara menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang digunakan kami terima bersatu dua pemukim lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan J,” kata Roby pada Jakarta, Selasa.

Meski demikian, Roby menegaskan penyidik masih terus mendalami apakah kejadian yang dilaporkan benar merupakan perbuatan pidana atau tidak.

“Kami dari Polres Metro Ibukota Indonesia Pusat masih melakukan sejumlah kegiatan untuk menjamin apakah kejadian ini sebuah perbuatan pidana atau tidak,” ujarnya.

Menurut Roby, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, memang benar terdapat keterangan yang mana menguatkan adanya kejadian seseorang menyebabkan J secara paksa ke sebuah mobil.

“Memang benar ada kejadian sesuai yang dimaksud dilaporkan, yaitu mengakibatkan penderita menghadapi nama J oleh empat atau lima pendatang ke mobil secara paksa,” katanya.

Penyidik juga telah dilakukan memeriksa beberapa saksi yang dimaksud berada di dalam area kejadian. Namun, upaya pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) belum membuahkan hasil sebab tidak ada ditemukan kamera yang mana mengarah atau merekam tempat kejadian peristiwa.

“Untuk CCTV ke tempat kejadian kebetulan tiada ditemukan CCTV yang digunakan mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, penjelasan saksi-saksi yang dimaksud ada di dalam kedudukan memang sebenarnya menyampaikan ada kejadian tersebut,” ujar Roby.

Saat ini, penyidik masih mengagendakan pemeriksaan terhadap dua kerabat yang diduga bepergian sama-sama J ke luar negeri, satu di antaranya ayah J, guna mengklarifikasi rangkaian kejadian tersebut.

Selain itu, polisi juga masih mendalami motif dalam balik kejadian yang dilaporkan.

Hingga kini, kata Roby, penyidik belum menemukan adanya indikasi permintaan uang tebusan.

“Untuk motif sendiri kami masih belum dapat pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun sampai pada waktu ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan,” katanya.

Roby juga mengungkapkan bahwa pelapor berinisial NA, yang dimaksud merupakan teman J, sudah mengajukan pencabutan laporan secara tertoreh pada Hari Minggu (19/7).

Meskipun demikian, kata dia, penyelidikan belum dihentikan.

“Kami dari Satreskrim kemudian Unit Perlindungan Perempuan serta Anak masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memverifikasi keamanan lalu keselamatan korban, dan juga menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah merupakan perbuatan pidana,” katanya.

Sementara itu, Kasat PPA/PPO Polres Metro DKI Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia Shinta mengungkapkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Satreskrim dikarenakan individu yang terjebak merupakan seseorang perempuan.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pendalaman sementara, pihaknya belum menemukan adanya indikasi kekerasan terhadap korban.

“Kami dari Satres PPA/PPO Polres Metro Ibukota Pusat berkoordinasi dengan Satreskrim untuk mengecek status korban, diantaranya status psikologisnya. Yang kami lihat adalah memang benar dari korban itu bukan ada kekerasan,” ujar Rita.