Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Ketum PSSI sebut sepak bola putri Indonesi terus mengalami perkembangan

Ketum PSSI sebut sepak bola putri Indonesi terus mengalami perkembangan

Ibukota Indonesia – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengatakan sepak bola putri Nusantara terus berprogres ke arah yang digunakan tambahan baik setelahnya baru sekadar menjuarai AFF Women’s Cup 2026.

Indonesia sukses mempertahankan trofi juara yang tersebut merek raih pada 2024, setelahnya pada final tahun ini mengalahkan Laos dengan skor telak 5-0 ke Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, Rabu.

“Selamat untuk seluruh pemain, pelatih, serta ofisial Timnas Putri Negara Indonesia menghadapi pencapaian luar biasa ini. Keberhasilan mempertahankan penghargaan juara membuktikan bahwa sepak bola putri Indonesia terus tumbuh ke arah yang tersebut lebih tinggi baik,” kata Erick di pernyataan resminya, Kamis.

“Ini buah dari kerja keras, disiplin, pengorbanan, juga semangat pantang menyerah yang tersebut ditunjukkan seluruh anggota tim sepanjang turnamen,” tambah dia.

Dalam laga final tersebut, skuad asuhan pembimbing Satoru Mochizuki tampil dominan sejak menit awal. Garuda Pertiwi membuka keunggulan pada menit ke-33 lewat aksi Sydney Hopper yang memanfaatkan kemelut dari sepak pojok.

Memasuki fase kedua, dominasi Nusantara semakin tak terbendung. Isabelle Nottet menggandakan keunggulan dalam menit ke-48 melalui aksi individu impresif.

Pesta gol berlanjut lewat tembakan Estella Loupatty (55′), sesudah itu sepakan indah Felicia de Zeeuw (67′), juga ditutup dengan manis oleh Emily Nahon pada menit ke-83.

Gelar juara Indonesia semakin lengkap setelahnya dua pemain merek mendapatkan penghargaan individual, dimana Sheva Imut sebagai pemain terbaik juga Laila Masykuroh sebagai kiper terbaik.

Selain mempertahankan penghargaan juara ini, prestasi ini juga menciptakan Tanah Air kembali berpartisipasi pada kompetisi ASEAN Women’s Championship 2027, sebuah kompetisi sepak bola putri yang dihuni tim-tim terbaik di dalam Asia Tenggara.

Bagi PSSI, gelar kejuaraan back-to-back ini membuktikan fondasi pembinaan sepak bola putri Nusantara semakin kokoh, tidaklah semata-mata untuk mendominasi Asia Tenggara, tetapi juga sebagai modal penting menatap level Asia.

“PSSI terus berikrar untuk terus meningkatkan kekuatan biosfer sepak bola putri melalui peningkatan kualitas pemain, pengembangan pelatih, dan juga kesempatan berlaga dalam level internasional agar prestasi Garuda Pertiwi terus berlanjut,” tutup Erick.