“… karena mereka dari generasi TikTok!”
Jesse Bissou tidak butuh waktu lama untuk meninggalkan kesan kuat di dalam Barcelona, setelah mencuri perhatian dengan dua gol pada penampilan uji coba terakhirnya. Namun yang lebih menarik perhatian adalah bahwa klub Katalan itu telah menetapkan sikapnya terhadap bakat asal Belgia tersebut beberapa bulan sebelumnya, setelah melihatnya sebagai proyek berbeda yang layak untuk diinvestasikan.
Bissou, yang lahir di Leuven pada tahun 2008, mencetak dua gol pertamanya dengan kostum Barcelona saat menang dalam laga uji coba melawan Basel, Minggu, sehingga namanya mulai menarik perhatian, beberapa hari setelah kepindahannya ke klub Katalan tersebut.
Dari Basel ke Barcelona: Awal yang Mengungkap Bakat
Swiss menjadi saksi empat bulan lalu atas sebuah babak penting dalam perjalanan kariernya, ketika Joao Amaral, salah satu asisten paling menonjol milik Deco di tim pemandu bakat Barcelona, bertemu dengan Dave Rigo, yang saat itu menjabat sebagai direktur olahraga klub Club Brugge dan kini mengemban jabatan yang sama di Feyenoord.
Rigo mengatakan bahwa klub-klub lain juga berminat pada sang pemain, tetapi Barcelona yang paling ngotot untuk mendapatkannya, setelah melihat dalam dirinya bakat luar biasa yang mengingatkannya pada tipe pemain sayap yang menjadi ciri khas akademi Ajax.
Sosok yang tenang, karisma tanpa kesombongan
Amaral sebelumnya sempat memantau langsung Bisiwu selama semifinal Liga Champions Eropa untuk kaum muda melawan Benfica. Meskipun pemain itu tidak banyak bermain akibat masalah fisik, hal tersebut tidak mengubah keyakinan para petinggi Barcelona, yang memutuskan untuk merampungkan kesepakatan senilai 8 juta euro, kendati nilai pasarnya kurang dari satu juta euro.
Surat kabar as menyatakan, “Rego, yang mengikuti langkah-langkah awal Bisiwu di sepak bola profesional, menilai bahwa pemain itu memiliki kepribadian yang tenang dan rasa percaya diri yang besar tanpa kesombongan. Ia juga menggambarkannya sebagai sosok yang disukai di dalam ruang ganti berkat sifatnya yang ramah.”
Ia menambahkan bahwa Bisiwu, yang berusia 18 tahun, mungkin akan menemukan ikatan khusus dengan Lamine Yamal, seraya memperkirakan bahwa bintang Barcelona itu akan memerankan peran sebagai “kakak” baginya, mengingat kedua pemain berasal dari generasi yang sama, yang ia gambarkan sebagai “generasi TikTok”. Rego meyakini bahwa Bisiwu memiliki apa yang ia sebut sebagai bakat luar biasa “X Factor” di samping karisma yang mungkin dapat membantunya beradaptasi dengan atmosfer Barcelona.
Nasihat Kompany: Jangan Percaya Hype
Meski persaingan ketat menanti sang pemain untuk mendapatkan menit bermain, dengan kehadiran Raphinha, Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Lamine Yamal, Rego tidak memperkirakan Bisseck akan pergi dengan status pinjaman musim ini.
Ia mengatakan bahwa Barcelona ingin memantau perkembangannya dari dekat sepanjang tahun ini, baik dari segi fisik maupun personal, dengan menganggap bahwa musim kedua mungkin lebih penting untuk mengambil keputusan mengenai masa depannya.
Untuk saat ini, Rego menyarankan sang pemain agar tidak terbawa oleh kehebohan yang menyelimutinya usai dua golnya, dengan mengutip ucapan Vincent Kompany, pelatih Bayern Munich, yang berbunyi: “Jangan percaya pada kehebohan, dan jangan percaya pada drama”.
Ia juga memuji kemampuan Bisseck dalam memadukan kecepatan dengan permainan kolektif, seraya menegaskan bahwa gol indahnya usai umpan Dani Olmo bukanlah kejutan baginya, sehingga tugas kini berada di tangan Hansi Flick untuk mengetahui seberapa besar manfaat yang bisa ia peroleh dari bakat sang winger asal Belgia itu.











