Massimiliano Allegri memuji talenta unik Kevin De Bruyne setelah superstar Belgia itu masuk dari bangku cadangan untuk menginspirasi Napoli meraih kemenangan susah payah atas Genoa. Mantan pemain Manchester City itu terbukti menjadi pembeda dalam laga Serie A yang ketat, dengan memperlihatkan visi serta kualitas teknik yang telah mendefinisikan karier gemilangnya.
Allegri memuji De Bruyne, penentu kemenangan
Allegri dibuat terpukau oleh dampak De Bruyne setelah timnya menang 2-0 atas Genoa pada Sabtu malam. Maestro Belgia itu, meski belum sepenuhnya bugar, terbukti menjadi katalis bagi Napoli, memecah kebuntuan dan memberikan assist untuk gol kedua lewat penampilan singkat yang mengubah jalannya laga. Allegri pun cepat menegaskan bahwa gelandang itu memiliki tingkat visi yang membedakannya dari hampir semua pemain lain di sepakbola dunia, sambil menyoroti betapa krusial kontribusinya di Stadio Luigi Ferraris.
“Saya senang karena Kevin De Bruyne adalah sosok yang luar biasa, dia melakukan hal-hal yang benar-benar berbeda dari pemain pada umumnya. Determinasi yang dia tunjukkan saat mencetak gol itu, dia melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat pemain lain. Hanya sedikit yang seperti dia,” kata Allegri kepada Sky Sport Italia.

Napoli menemukan ritme setelah awal yang lambat
Pertandingan tidak selalu berjalan sesuai keinginan Napoli, karena babak pertama memperlihatkan penampilan yang loyo dari tim tamu. Allegri mengakui timnya kesulitan menemukan ritme sejak awal, dengan beberapa pemain tampak belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Sang pelatih mencatat Genoa memberikan tekanan besar selama setengah jam pembuka, memaksa terjadinya kesalahan saat Napoli mencoba membangun serangan dari belakang. Namun, masuknya De Bruyne bersama Antonio Vergara dan Noa Lang benar-benar mengubah jalannya pertandingan, memungkinkan raksasa Serie A itu akhirnya mengendalikan permainan di Liguria.
“Pertandingan pertama akan selalu sedikit penuh tanda tanya, karena saya baru mengenal tim ini selama enam pekan, jadi saya tidak tahu pemain mana yang bisa tampil lebih baik daripada yang lain dalam situasi seperti ini ketika masuk dari bangku cadangan. Karena itu ada sedikit keraguan soal pergantian pemain, tetapi mereka melakukannya dengan sangat baik. Genoa bermain sangat bagus dalam 25-30 menit pertama, ketika kami membuat banyak kesalahan saat bermain dari belakang. Seiring pertandingan berjalan, kami mulai lebih menguasai permainan,” jelas Allegri.
Gol pembuka memicu kontroversi
Kebuntuan pecah pada menit ke-82 ketika De Bruyne memaksakan diri melewati Johan Vasquez untuk melepaskan tembakan dari jarak dekat. Gol itu memicu protes keras dari para pemain dan staf pelatih Genoa, yang bersikeras bahwa pemain Belgia itu melakukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol dengan mendorong sang bek. Terlepas dari protes tersebut, gol tetap disahkan, dan Napoli dengan cepat menggandakan keunggulan melalui Vergara untuk memastikan tiga poin. Insiden itu terbukti menjadi titik balik dalam pertandingan yang selama sebagian besar malam berlangsung keras kepala tanpa gol.
Saat ditanya tentang kontroversi gol pembuka itu, Allegri menanggapinya dengan santai dan berkelakar bahwa ia tidak melihat insiden tersebut dengan jelas dari area teknis. “Penglihatan saya memang tidak pernah bagus, jadi saya tidak melihatnya dengan baik dari pinggir lapangan,” ujarnya.

Kekhawatiran kebugaran dan perkembangan taktis
Allegri menekankan pentingnya kedalaman skuad dan perlunya mengelola kebugaran pemain pada tahap awal musim. Ia mengakui tim masih mencari ketajaman terbaiknya, tetapi tetap optimistis dengan pekerjaan yang dilakukan di lapangan latihan.
“Tim bekerja dengan baik, tetapi ketika para pemain sangat kuat dan mengandalkan fisik, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kondisi terbaik. Kami membutuhkan semua pemain saat bermain di Liga Champions, dan pergantian pemain sangat menentukan di level ini, baik ketika kami menang maupun kalah. Pertandingan pertama selalu belum memiliki ketajaman yang akan kami lihat dalam enam pekan ke depan, dan karena itu penting untuk tetap terorganisasi. Kami perlu menghentikan umpan yang menembus pertahanan, tetapi pada tahap musim seperti ini, yang terpenting adalah membuat sesedikit mungkin kesalahan,” pungkas Allegri.









