Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, dikabarkan merasa “terluka” oleh keputusan internal terbaru klub terkait teman-teman terdekatnya di skuad tim utama. Meski memulai kampanye baru La Liga dengan dominan, frustrasi yang terlihat dari remaja itu saat pergantian pemain baru-baru ini memicu perdebatan sengit di media Spanyol.
Pergantian pemain picu rumor keretakan
Kebahagiaan Yamal menjadi bahan perdebatan besar di media Spanyol setelah bahasa tubuhnya yang dipertanyakan saat Barcelona menang telak 5-0 atas Elche. Meski Blaugrana memulai upaya mempertahankan gelar La Liga dengan sangat meyakinkan pada hari Minggu, pemain 19 tahun itu hanya bermain 65 menit dalam pertandingan tersebut. Remaja itu tampak jelas frustrasi saat meninggalkan lapangan, yang langsung memicu perdebatan di media Spanyol.
Dalam acara olahraga televisi Spanyol yang populer El Chiringuito, presenter Josep Pedrerol mengungkapkan bahwa klub cukup serius menanggapi masalah ini hingga akan melakukan pembicaraan tertutup dengan sang pemain. Pedrerol mengatakan: “Saya diberi tahu di klub bahwa mereka akan menanyakannya langsung kepadanya besok, karena mereka telah menerima gambar-gambar yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, dan mereka akan bertanya kepadanya apakah semuanya baik-baik saja.”

Kekhawatiran atas kepergian ‘saudara-saudara’
Meski sebagian orang mengaitkan suasana hatinya dengan pergantian pemain itu sendiri, jurnalis Jota Jordi, melalui SPORT, menyebut ketidakbahagiaan Yamal yang dirasakan publik berakar dari potensi kepergian tiga sekutu dekatnya pada musim panas ini. Laporan menunjukkan bahwa Alejandro Balde, Marc Casado, dan Hector Fort semuanya bisa dilepas oleh raksasa Catalan itu saat mereka berupaya menyeimbangkan neraca keuangan.
Balde, khususnya, sangat santer dikaitkan dengan kepindahan bernilai besar ke Manchester United, dan Jordi meyakini dampak emosionalnya terhadap pemain muda Spanyol itu cukup besar. Ia menyoroti kedalaman hubungan tersebut dengan berkata: “Mereka seperti saudara baginya, dan saya diberi tahu bahwa itu menyakiti Lamine.”
Flick membela pemain bintangnya
Meski sorotan di media kian ramai, pelatih kepala Barcelona Hansi Flick dengan cepat meredam setiap pembicaraan tentang keretakan atau sikap buruk jelang laga melawan Athletic Bilbao. Flick memberikan penjelasan medis terkait pergantian tersebut, dengan menjelaskan bahwa sang pemain tidak berada pada kondisi fisik 100 persen saat kemenangan akhir pekan itu.
“Dia mengalami masalah kecil, sakit kepala,” kata Flick kepada para wartawan. “Lamine adalah seorang jenius, itu bisa dimengerti. Dia menjalani libur selama tiga pekan dan baru berlatih beberapa hari. Wajar jika dia belum berada di performa puncaknya.”
Flick juga cepat menyoroti peran penting sang penyerang dalam kemenangan pembuka, dengan mencatat etos kerja bertahannya dan satu assist untuk Raphinha. “Kami perlu mencari solusi agar dia bisa kembali ke performa terbaiknya, tetapi saya sangat menghargai 60 menit yang dia mainkan,” tambah sang pelatih. “Dia melakukan pressing dengan sangat baik pada gol pertama dan pada gol kedua dia mengoper bola kepada Raphinha. Dia memberi kami lebih banyak opsi. Dia sangat membantu kami dan kondisinya bagus. Kita lihat bagaimana perkembangannya, tetapi kami membutuhkan dia karena dia luar biasa.”

Mentalitas seorang juara
Pelatih Barcelona itu juga menyinggung sifat kompetitif sang pemain, dengan menyatakan bahwa setiap tanda kemarahan saat ditarik keluar seharusnya dipandang sebagai sifat positif, bukan kurang disiplin. Flick meyakini bahwa keinginan untuk tetap berada di lapangan dengan segala cara merupakan bagian dari apa yang membuat pemain 19 tahun itu menjadi talenta yang begitu istimewa.
Flick menutup pembelaannya terhadap karakter sang bintang dengan berkata: “Wajar dia ingin bermain. Ketika Anda adalah juara sejati, Anda selalu berusaha memenangkan gelar berikutnya. Itulah sikapnya. Setiap pemain di tim ini haus untuk memenangkan gelar liga ketiga secara beruntun. Kami siap dan kami akan berjuang untuk itu.”










