Julian Alvarez dengan tegas menolak kembali ke Manchester City meski tim asuhan Enzo Maresca itu menyatakan minat untuk merekrut kembali striker Atletico Madrid tersebut. Penyerang asal Argentina itu tetap terjebak dalam saga transfer musim panas yang menegangkan, karena ia memprioritaskan bertahan di Spanyol ketimbang kembali ke Premier League.
Alvarez menolak kepulangan mengejutkan ke City
Alvarez dengan tegas menolak kesempatan untuk melakukan kepulangan dramatis ke Etihad Stadium, menurut Cadena SER. Manchester City menghubungi Atletico untuk menyatakan minat merekrut kembali mantan penyerang mereka, tetapi Alvarez memberi tahu juara Premier League itu bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk kembali ke Manchester bahkan sebelum tawaran resmi bisa diajukan.
Penolakan tegas pemain berusia 26 tahun itu muncul di tengah dirinya yang masih terlibat kebuntuan tegang dengan Atletico Madrid dalam saga transfer terbesar pada bursa transfer musim panas ini. Meski menjadi target utama Arsenal dan rekrutan impian di London utara, sang striker juga menolak Arsenal dalam banyak kesempatan.

Impian Barcelona tertunda meski Laporta mengakui
Alih-alih pindah ke London atau Manchester, Alvarez sangat ingin bergabung dengan Barcelona, yang sebelumnya gagal dengan tawaran €100 juta (£86 juta) pada awal musim panas ini. Presiden Barcelona Joan Laporta mengonfirmasi ketertarikan mereka yang masih berlanjut dalam sebuah pernyataan publik pekan ini, dengan mengakui bahwa sudah menjadi “rahasia umum” bahwa penyerang Argentina itu ingin bergabung dengan mereka.
Namun, Atletico menolak berbisnis dengan rival mereka di La Liga dalam keadaan apa pun. Klub asal Madrid itu menegaskan kembali sikap tegas mereka pekan ini, dengan bersikeras bahwa ada “nol persen peluang” untuk menjual penyerang bintang itu kepada Barca.
Masalah visa memengaruhi penolakan Premier League
Keengganan kuat Alvarez untuk kembali ke Inggris dilaporkan didorong oleh keadaan pribadi, bukan alasan terkait sepak bola. Pemain Argentina itu mengetahui adanya peraturan visa Inggris tertentu yang akan menimbulkan kesulitan besar bagi keluarganya untuk mengunjunginya, sedangkan ia tidak menghadapi komplikasi seperti itu saat tinggal di Spanyol.
Situasi ini menandai perubahan yang jelas dibanding periode pertamanya yang sukses di Inggris, setelah awalnya bergabung dengan Manchester City dari River Plate dengan nilai £14 juta pada Januari 2022. Alvarez kemudian mencetak 36 gol dalam 103 penampilan dan membantu tim asuhan Guardiola mengamankan Treble bersejarah sebelum pindah ke Atletico dua musim panas lalu dalam kesepakatan senilai £82 juta.

Kebuntuan membuat masa depan sang penyerang berada di ujung tanduk
Meski Cadena SER menyebut Alvarez semakin menyadari bahwa Arsenal merupakan satu-satunya jalur keluar yang realistis dari Atletico, ia tetap bersikeras ingin bertahan di Spanyol. Akibatnya, sang penyerang kini terjebak di antara klub yang tidak bersedia menjualnya ke Barcelona dan penolakannya sendiri untuk kembali ke Inggris.
Dengan City secara resmi telah ditolak dan Atletico menolak bernegosiasi dengan Barcelona, saga transfer bernilai tinggi ini masih benar-benar mandek. Alvarez kini harus memutuskan apakah akan membangun kembali hubungannya di Madrid atau tetap berharap ada terobosan sebelum bursa transfer ditutup.










