Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Jude Bellingham dan Kylian Mbappe bersinar saat Real Madrid asuhan Jose Mourinho melaju mulus melewati Malaga untuk mempertahankan kesempurnaan

Jude Bellingham

Jude Bellingham menampilkan permainan kelas master di Bernabeu saat Real Madrid menghancurkan Malaga untuk mempertahankan start sempurna mereka di kampanye La Liga. Pemain internasional Inggris itu menjadi katalis kemenangan dominan 4-0 yang membuat tim asuhan Jose Mourinho tetap berada di puncak klasemen.

Bellingham bersinar dalam kemenangan telak di Bernabeu

Bellingham melanjutkan performa sensasionalnya dengan mencetak gol luar biasa untuk membantu Real Madrid mengalahkan Malaga di La Liga, saat Mourinho yang kembali menjabat sebagai pelatih membukukan kemenangan ketiga secara beruntun. Gelandang Inggris itu, yang sepanjang laga menjadi denyut permainan tim, membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat aksi individu brilian. Menerima bola dari jarak 35 yard, ia menggiring bola melewati tiga bek lawan sebelum menaklukkan kiper Malaga, Alfonso Herrero.

Pengaruh pemain 23 tahun itu tidak berhenti di sana, karena ia memainkan peran penting dalam menggandakan keunggulan hanya tujuh menit kemudian. Setelah Herrero menepis sebuah tembakan keras, sundulan susulan Bellingham membuat bola memantul dari kiper Malaga itu dan melewati garis gawang, sehingga tercipta gol bunuh diri.

Mbappe dan Guler menambah kilau

Kylian Mbappe memastikan laga secara efektif berakhir bahkan sebelum menit ke-30, melanjutkan performa impresifnya setelah baru-baru ini mencetak hat-trick melawan Real Sociedad. Penyerang Prancis itu menunjukkan ketajamannya dengan menyambar umpan silang lewat tendangan voli ke sudut kiri bawah gawang. Trent Alexander-Arnold, yang kembali ke susunan starter sebagai bagian dari lima perubahan yang dilakukan Mourinho, mengirim umpan silang akurat dari sisi kanan untuk mencatatkan assist.

Gol penutup tercipta pada masa injury time melalui pemain pengganti Arda Guler, yang memanfaatkan serangan kilat yang melibatkan Vinicius Jr. Setelah pertukaran umpan cepat, Guler berada di posisi yang tepat untuk menceploskan bola dari jarak dekat. Itu menutup malam yang sempurna bagi Real Madrid, yang mendominasi dengan penguasaan bola 56,7 persen dan melepaskan 19 tembakan dibandingkan 14 milik Malaga, sekaligus menegaskan status mereka sebagai tim yang harus dikalahkan di Spanyol musim ini saat mereka berusaha menggulingkan rival abadi Barcelona.

Mourinho puji Bellingham yang ‘luar biasa’

Berbicara setelah peluit akhir berbunyi, Mourinho melontarkan pujian untuk superstar mudanya itu. “Dia pemain yang luar biasa,” ujar sang manajer. “Dia sangat menuntut dirinya sendiri dan dia juga menuntut orang lain. Saya tidak ingin melihat dia bertahan hampir seperti bek kiri kedua.” Juru taktik asal Portugal itu, yang kini menjalani periode keduanya di klub tersebut, tampaknya telah menemukan keseimbangan sempurna untuk trisula serang bertabur bintangnya.

Menyinggung chemistry di antara tiga pemain depannya, Mourinho menepis laporan sebelumnya soal gesekan. “Pemain yang sangat, sangat bagus selalu ingin bermain bersama, karena mereka memiliki kecepatan berpikir yang sama, kualitas yang sama dan mereka selalu harus cocok,” jelasnya. “Dikatakan bahwa saya tidak menginginkan ketiganya, tetapi yang saya katakan adalah bahwa saya selalu menginginkan yang terbaik. Ada empati dan kerja kolektif. Mereka semua sangat bagus.”

Bellingham sendiri telah berbicara tentang dampak positif dari kedatangan Mourinho, dengan menyebut adanya rasa kebebasan baru di lapangan. “Saya merasa kembali memiliki kebebasan yang lebih besar, kebebasan yang lebih besar untuk memutuskan kapan harus turun ke belakang, kapan harus maju, atau kapan harus melakukan pergerakan masuk ke kotak penalti,” kata Bellingham menjelang pertandingan. “Saya pikir ini adalah posisi terbaik untuk saya, karena ini memungkinkan saya menunjukkan semua kemampuan saya.”

Awal yang sempurna bagi The Special One

Sejak kembali ke Bernabeu pada musim panas ini, Mourinho telah menghidupkan kembali tim yang terlihat haus gelar. Real Madrid saat ini berada di puncak klasemen La Liga dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Namun, sang pelatih tetap berhati-hati terhadap perjalanan yang masih panjang, terutama dengan jadwal yang menanti. Mourinho mencatat bahwa jeda internasional selama tiga pekan menjadi kekhawatiran bagi ritme skuadnya.