Kejuaraan Bumi BWF 2025 menghadirkan cerita yang digunakan terpencil melampaui skor pertandingan. Laga antara Anthony Sinisuka Ginting dan juga Toma Junior Popov di area sesi pertama bukanlah hanya saja persoalan siapa yang tersebut menang, melainkan tentang arti persaudaraan di bulu tangkis.
Ginting, yang baru kembali ke lapangan pasca lama menepi akibat cedera, harus mengakui ketangguhan perwakilan Prancis itu. Pertarungan berlangsung tiga set dengan skor ketat: 18-21, 21-19, serta 23-25. Namun, drama sesungguhnya terjadi setelahnya pertandingan berakhir.
Pebulu tangkis jika Cimahi itu terlihat terpincang-pincang, menahan sakit dalam kaki kirinya. Ia bahkan sempat berjongkok di tempat depan net, mencoba menguasai rasa nyeri. Di pada waktu itulah Popov menunjukkan sikap yang tak ternilai: ia menghampiri Ginting, membantu lawannya berdiri, bahkan menuntunnya pergi dari lapangan.
Momen simpel namun sarat makna itu terekam kamera juga dibagikan akun resmi BWF di area Instagram. “Ini lebih lanjut dari sekadar permainan bulu tangkis. Ada kepedulian, cinta, kemudian sportivitas,” tulis BWF di unggahannya.
Respons warganet pun membanjiri kolom komentar. Banyak yang dimaksud terharu, bahkan menilai Popov telah lama menunjukkan nilai luhur olahraga: bahwa lawan pada lapangan dapat menjadi saudara pada luar pertandingan.
Kekalahan memang benar pahit bagi Ginting, tetapi ia mendapat sesuatu yang digunakan terpencil lebih lanjut besar: bukti bahwa persaudaraan antar-atlet bisa jadi melampaui batas negara dan juga kompetisi. Popov pun meninggalkan arahan penting bagi dunia bulu tangkis, bahwa kemenangan sejati tidak hanya saja di tempat papan skor, melainkan di tempat hati manusia.















