Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Kemenpora Gelar KIE di area Makassar, Suporter Kunci Penting Kemajuan Industri Olahraga

Kemenpora Gelar KIE di tempat area Makassar, Suporter Kunci Utama Penting Kemajuan Industri Olahraga

Macanbolanews

Kementerian Pemuda serta Olahraga ( Kemenpora ) kembali melanjutkan acara Komunikasi, Informasi, dan juga Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola. Agenda bertema “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” itu dilakukan di area Makassar pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan tindakan lanjut dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang dimaksud menegaskan bahwa suporter adalah bagian penting dari biosfer olahraga. Wadah KIE hadir sebagai ruang dialog untuk menyamakan visi antara pemerintah, pemangku kepentingan sepak bola, juga kelompok suporter.

Deputi Sektor Pengembangunan Industri Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menekankan bahwa suporter punya partisipasi besar bagi kemajuan sepak bola nasional. “Suporter adalah ruh dari sepak bola. Tanpa mereka, pertandingan kehilangan makna. Namun, kita ingin suporter hadir bukanlah semata-mata untuk mendukung, tetapi juga menjadi bagian dari kemajuan bidang olahraga,” ujarnya.

Isnanta menjelaskan, ketika suporter hadir dengan cara yang dimaksud cerdas lalu sportif, maka kompetisi akan tambahan berkualitas. Sponsor pun akan tertarik masuk, perputaran tiket meningkat, juga sektor ekonomi lokal dalam sekitar stadion bergabung bergerak.

Salah satu aspirasi utama suporter di area Makassar adalah pencabutan larangan menonton laga tandang. Mereka berharap, dengan catatan kelompok yang digunakan tertib juga tak bermasalah, izin away day dapat kembali diberikan. Isnanta menilai hal itu justru dapat memacu perkembangan sektor olahraga.

“Kalau suporter dapat away lagi dengan cara yang baik, sektor olahraga kita otomatis semakin berkembang. Bayangkan, dari tiket pertandingan, transportasi, hotel, kuliner, hingga pariwisata, semua mengambil bagian bergerak,” kata Isnanta menegaskan.

Selain tentang away day, para suporter juga mengajukan permohonan Makassar segera mempunyai stadion representatif untuk Turnamen 1. Saat ini, PSM masih bermarkas di tempat Parepare yang tersebut berjarak tambahan dari dua jam dari pusat kota, sehingga akses penonton masih terbatas.

Pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni, menilai Makassar miliki basis suporter yang digunakan kuat sekaligus kondusif. Namun, ia mengingatkan pentingnya sistem pengawasan ketat apabila kebijakan away day kembali dibuka. “Diharapkan ke depan PT LIB melakukan pendataan yang dimaksud terkoneksi dengan data Kepolisian melalui program tiket,” ujarnya.

Menurut Kusnaeni, sistem tiket berbasis database bisa jadi mendeteksi rekam jejak penonton apakah bebas narkoba, tidaklah punya catatan pelanggaran, lalu siap menjunjung sportivitas.

“Kalau ada pelanggaran, database bisa jadi jadi dasar pemberian sanksi larangan menonton atau sanksi lain sesuai hukum,” tambahnya.