Setahun tak naik ring, alarm bahaya karier Anthony Joshua menyala di area sela masa pemulihan cederanya. Meskipun tidak hal yang mana aneh bagi individu petinju untuk bertarung hanya sekali setahun sekali, tanda bahaya mulai berbunyi ketika manusia petinju melintasi satu tahun penuh tanpa menunjukkan wajahnya.
Sayangnya, itulah nasib Anthony Joshua, yang dimaksud tahun 2025-nya dirusak oleh hambatan siku lalu upayanya untuk kembali dari kekalahan KO melawan Daniel Dubois September lalu masih belum terwujud. Sekarang, hampir 12 bulan pasca kegagalan itu, Anthony Joshua masih di tahap pemulihan. Ia tiada hanya sekali pulih dari kekalahan yang disebutkan – yang dimaksud keempat pada karier profesionalnya – tetapi juga operasi yang dimaksud baru-baru ini harus ia jalani untuk mengatasi kesulitan sikunya.
Baca Juga: David Benavidez Tolak Anthony Yarde, Kecam Dmitry Bivol vs Artur Beterbiev 3
Semua hal yang dimaksud telah terjadi menciptakan Joshua, dengan rekor 28-4 (25 KO), berada di kondisi yang dimaksud fluktuatif dalam tahun 2025. Lebih lanjut, hal yang disebutkan telah terjadi menyebabkan pertanyaan apakah petinju London itu akan mampu mencapai puncaknya lalu mencapai tujuannya untuk menjadi juara dunia kelas berat tiga kali.
Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa dengan mempertimbangkan pertarungan melawan Jake Paul, petinju kelas penjelajah yang tersebut berpengaruh sekaligus pemula, Joshua menyadari bahwa pertarungan tertentu tambahan masuk akal baginya pada waktu ini dibandingkan yang digunakan lain. Jelas, mengalahkan Jake Paul dengan cepat adalah sesuatu yang digunakan bisa saja ia rencanakan pada waktu ia bukan berdaya lalu sesuatu yang mana akan menimbulkan Joshua menerima bayaran besar.
Hal ini juga sangat jauh lebih tinggi mudah, apabila dipikirkan, daripada kembali ke tangga kelas berat lalu berpotensi mencari tahu – seperti yang ia lakukan September lalu melawan Dubois – sejauh mana para penantang pada sekitarnya telah terjadi mengejar ketertinggalan. Namun, bukanlah berarti Joshua, yang sekarang berusia 35 tahun, tiada memiliki pilihan lalu pertarungan melawan petinju dengan usia yang sama.
Pertarungan melawan Tyson Fury, misalnya, masih menjadi prospek yang menarik bagi para penggemar, khususnya di dalam Inggris, dan juga merupakan pertarungan yang digunakan seharusnya sudah ada terjadi bertahun-tahun yang dimaksud lalu. Faktanya, mereka itu sekarang berada di dalam titik, Joshua lalu Fury, pada mana waktu semakin menipis juga minat pun pasti akan mulai memudar.















