Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Berbagai warga Johar Baru juga Senen pengumuman tolak unjuk rasa anarkis

Berbagai warga Johar Baru juga Senen pengumuman tolak unjuk rasa anarkis

Macanbolanews

Ibukota Indonesia – Berbagai warga Kecamatan Johar Baru dan juga Senen, DKI Jakarta Pusat, bersama-sama menyelenggarakan pengumuman menolak unjuk rasa yang anarkis juga menyokong petugas untuk menindak pelaku pelanggaran hukum.

Ratusan warga dalam kedua kecamatan dalam DKI Jakarta Pusat itu menyatakan bahwa mereka menolak demo anarkis. Menolak demo yang tersebut merusak, membakar, serta menjarah.

Kegiatan yang mana diinisiasi oleh beberapa ormas dan juga tokoh penduduk ini disertai kurang lebih tinggi 930 orang dari organisasi FBR, Forkabi, FKDM, Pemuda Pancasila, KBPP Polri, hingga Karang Taruna setempat.

Dalam pengumuman yang mana dibacakan perwakilan ormas, warga menegaskan sikap menolak setiap bentuk demonstrasi yang mana disertai tindakan merusak, membakar, atau menjarah. Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya kepolisian pada menindak tegas pelaku pelanggaran hukum.

"Kami menolak demo anarkis. Menolak demo yang digunakan merusak, membakar, lalu menjarah. Apabila terjadi demo anarkis, maka akan berhadapan dengan warga. Kami memperkuat kepolisian menindak pelaku yang dimaksud melanggar hukum," demikian salah satu isi pernyataan pemberitahuan tersebut.

Sementara itu, Kapolres Metro Ibukota Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, memberikan apresiasi menghadapi inisiatif publik pada menjaga ketertiban serta keamanan di dalam wilayahnya.

"Kami mengapresiasi langkah warga yang tersebut secara sadar lalu terbuka menyatakan sikap menolak aksi-aksi unjuk rasa yang berujung anarkis. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat semakin dewasa juga memahami pentingnya menjaga ketertiban bersama," kata Susatyo di tempat Jakarta, Senin.

Menurut Susatyo, keterlibatan bergerak warga di menjaga stabilitas sosial menjadi kekuatan penting bagi keamanan wilayah.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.