Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

eksekutif China Perketat Kontrol menghadapi Kuil dan juga Reinkarnasi Tibet

eksekutif China Perketat Kontrol menghadapi Kuil juga juga Reinkarnasi Tibet

Macanbolanews

macanbolanews.com JAKARTA – Sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949, peran agama mengalami pembaharuan signifikan. Pendekatan Partai Komunis China (PKC) bergeser dari pembatasan ketat awal menjadi kerangka regulasi yang mana lebih tinggi terstruktur.

Buddhisme secara resmi diakui sebagai salah satu dari lima agama yang mana dilegalkan dalam China, meskipun afiliasi formal tetap memperlihatkan rendah. Menurut Pew Research (2023), sekitar 4% orang dewasa China, atau sekitar 42 jt orang, mengidentifikasi diri sebagai penganut Buddha.

Mengutip dari Daily Mirror, Mingguan (7/9/2025), sekitar 33% menyatakan mempercayai Buddha atau bodhisattva, dan juga 35% menyatakan menyalakan dupa setidaknya sekali di setahun. Angka ini menunjukkan praktik budaya Buddhis masih ada pada penduduk China, walaupun banyak pada luar institusi formal.

Baca Juga: China Batasi Pergerakan Warga Tibet di tempat Ulang Tahun ke-90 Dalai Lama

Namun, Buddhisme Tibet menghadapi erosi sistematis. Antara 2016 hingga 2019, pihak berwenang mengusir 6.000 hingga 17.000 biksu dan juga biarawati dari lembaga Larung Gar dan juga Yachen Gar, yang digunakan merupakan pusat komunitas monastik penting. Pada 2024, inovasi regulasi yang dimaksud lebih lanjut luas semakin menanamkan indoktrinasi kebijakan pemerintah ke pada hidup monastik.