Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Siapa yang dimaksud Jadi Target Serangan negara Israel di tempat Qatar?

Siapa yang tersebut dimaksud Jadi Target Serangan negara negeri Israel dalam tempat Qatar?

Macanbolanews

macanbolanews.com DOHA – Militer negeri Israel menggambarkan serangannya terhadap sebuah kompleks perumahan dalam pusat kota Doha, Qatar, sebagai serangan “presisi”. Dalam pernyataan resmi pada hari Selasa, aksi Palestina kelompok Hamas menyatakan serangan itu menewaskan lima anggotanya, lalu pribadi perwira Qatar, tetapi tak menewaskan delegasi negosiasinya atau salah satu pemimpin seniornya.

Siapa yang dimaksud Jadi Target Serangan negara Israel dalam Qatar?

1. Khalil al-Hayya

Melansir Al Jazeera, laporan menyebutkan bahwa serangan yang dimaksud memiliki target tokoh-tokoh senior Hamas, termasuk Khalil al-Hayya, pemimpin gerakan Hamas dalam Wilayah Gaza yang diasingkan kemudian negosiator utama.

Al-Hayya menjadi semakin penting setelahnya pembunuhan para pemimpin tinggi Hamas, Ismail Haniyeh di area Teheran, Yahya Sinwar di dalam Gaza, dan juga komandan militer Mohammed Deif tahun lalu. Sinwar, yang digunakan mengambil alih kepemimpinan pada Wilayah Gaza setelahnya kematian Haniyeh, terbunuh pada akhir tahun 2024.

Dengan kehilangan tersebut, al-Hayya pada masa kini menjadi salah satu dari lima pemimpin yang mengatur komite kepemimpinan Hamas.

Dewan kepemimpinan yang disebutkan merupakan komite sementara beranggotakan lima orang yang tersebut dibentuk pada akhir tahun 2024 untuk mengatur kelompok yang dimaksud selama perang.

Lahir di tempat Jalur Daerah Gaza pada tahun 1960, al-Hayya telah terjadi menjadi bagian dari kelompok Hamas sejak didirikan pada tahun 1987. Ia menjadi sangat penting di area bidang diplomatik, khususnya dalam Qatar, yang digunakan menjadi pusat mediasi utama dengan negara-negara lain, termasuk Israel, Mesir, juga Amerika Serikat.

Beroperasi di dalam luar Kawasan Gaza memungkinkannya untuk bepergian dan juga berkoordinasi antarnegara tetangga tanpa hambatan blokade negara Israel di tempat Gaza. Al-Hayya juga menjadi pemimpin delegasi gerakan Hamas pada perundingan yang dimediasi dengan negara Israel untuk mencoba mengamankan kesepakatan gencatan senjata pada Gaza.

Keluarga Al-Hayya menderita akibat serangan Israel: Selama peperangan 2014, serangan negeri Israel menghancurkan rumah putra sulungnya, Osama, menewaskan dirinya, istrinya, lalu tiga anak mereka. Dalam serangan hari Selasa, putranya, Humam, juga tewas.