Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

3 Alasan Warga tanah Israel Berbalik Dukung Perjuangan Palestina dalam Kawasan Gaza

3 Alasan Warga tanah negara Israel Berbalik Dukung Perjuangan Palestina pada Kawasan Daerah Gaza

Macanbolanews

macanbolanews.com JAKARTA – Di berada dalam dentuman roket lalu serangan udara yang tersebut menghantam Gaza, negara Israel menggambarkan dirinya sebagai bangsa yang tersebut solid membantu operasi militer. Namun kenyataan dalam lapangan menunjukkan nuansa lain: ada warga Israel, meskipun jumlahnya minoritas, yang digunakan menolak narasi resmi pemerintah.

Mereka turun ke jalan, menyebabkan spanduk “Stop the Genocide” atau “Not in Our Name”, bahkan menyerukan gencatan senjata demi warga Gaza.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: mengapa ada warga negara Israel yang mana justru bersimpati pada perjuangan rakyat Palestina, bahkan ketika negaranya berada pada konflik bersenjata? Ada tiga alasan utama.

Baca Juga: Ini adalah 10 Negara yang dimaksud Tetap Menentang Pendirian Negara Palestina, Salah Satunya Tetangga Indonesia

3 Alasan Warga negara Israel Berbalik Dukung Perjuangan Palestina di dalam Gaza

1. Alasan Kemanusiaan: Empati di area Tengah Kekerasan

Serangan balasan negara Israel ke Kawasan Gaza setelahnya 7 Oktober 2023 mengakibatkan korban sipil yang digunakan sangat besar. Angka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatatkan lebih tinggi dari 40.000 warga Palestina tewas sejak awal perang, mayoritas perempuan dan juga anak-anak. Versi Kementerian Bidang Kesehatan Gaza, tambahan dari 60.000 warga Palestina tewas.

Kondisi ini memicu gelombang berunjuk rasa kemanusiaan dari sebagian warga Israel. Organisasi hak asasi manusia lokal seperti B’Tselem lalu Physicians for Human Rights-Israel (PHRI) secara terbuka menuduh pemerintah melakukan kejahatan konflik di dalam Gaza.

Para aktivis yang kerap turun ke jalan menghadirkan poster bertuliskan “End the Kawasan Gaza Genocide” serta “Ceasefire Now”. Pesan dia sederhana: penderitaan Daerah Gaza tidak sekadar isu politik, tetapi tragedi kemanusiaan yang digunakan tidak ada sanggup diabaikan.