macanbolanews.com JAKARTA – Ketika Qatar pada akhirnya menjadi target serangan Israel, muncul pertanyaan apakah negara kecil yang kaya gas ini mempunyai hulu ledak nuklir? Jawaban singkatnya: tidak.
Militer Zionis negara Israel pada Selasa pekan lalu menyerang Ibu Daerah Perkotaan Qatar, Doha, dengan klaim berusaha mencapai pertemuan para pemimpin Hamas. Laporan Wall Street Journal menyebutkan serangan yang disebutkan melibatkan sekitar 12 jet tempur, termasuk pesawat siluman F-35, dengan sekitar 10 rudal ditembakkan.
Serangan itu, menuru laporan tersebut, dijalankan dari melawan Laut Merah. Rudal-rudal canggih yang digunakan ditembakkan meningkat pesat hingga sekitar 1.500 kilometer, menembus wilayah udara Kerajaan Arab Saudi, dan juga pada akhirnya menghantam vila di area Doha.
Baca Juga: Terungkap Cara tanah Israel Serang Qatar: Rudal Jet F-35 Bobol Langit Arab Saudi lalu Hantam Doha
Sebanyak enam orang tewas, termasuk orang petugas keamanan Qatar. Lima lainnya adalah anggota gerakan Hamas di dalam level rendah. organisasi Hamas menegaskan tidaklah ada pemimpin mereka itu yang digunakan jadi korban pada serangan Zionis negara Israel tersebut.
Usai Diserang Israel, Akankah Qatar Mencari Senjata Nuklir?
Pertanyaan apakah Qatar memiliki atau berpotensi memiliki senjata nuklir muncul ketika negara Teluk yang dimaksud menjadi negara terbaru yang dimaksud diserang Israel—rezim yang mana dilaporkan memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir.
Qatar adalah pihak penandatangan Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT), yang mana artinya secara formal negara ini mengakui larangan memperoleh senjata nuklir lalu tunduk pada kewajiban non-proliferasi yang dimaksud luas.
Selain itu Doha sudah pernah menyatakan dukungan pada penguatan rezim non-proliferasi dan juga menyerukan penerapan pengawasan internasional dalam kawasan ketika relevan. Secara administratif Qatar juga telah lama menguatkan payung hukum nasional untuk urusan radiasi dan juga pengendalian komponen nuklir.















