macanbolanews.com KATHMANDU – Rumah para politisi, termasuk mantan Awal Menteri KP Sharma Oli, juga diserang. Ketika para pengunjuk rasa dalam Nepal menyerbu parlemen minggu ini lalu memaksa perdana menteri untuk mundur, hotel-hotel juga hunian mewah diserang oleh pelaku pembakaran pada berada dalam kemarahan melawan gaya hidup mewah para elit dalam salah satu negara termiskin dalam dunia.
Demonstrasi tersebut, yang mana populer disebut sebagai menentang “Gen Z” sebab sebagian besar partisipan berusia remaja atau awal 20-an, telah terjadi memicu pergolakan terburuk di dalam Nepal pada beberapa tahun terakhir, memaksa pemimpin yang tersebut bukan populer KP Sharma Oli untuk mengundurkan diri pada hari Selasa, sehari pasca 19 pengunjuk rasa tewas di kekerasan.
Korban tewas sejak itu meningkat menjadi 34 orang lalu tambahan dari 1.300 orang terluka, kata Kementerian Kesejahteraan Nepal.
Kenapa Aksi Protes Gen Z Nepal Sasar Kaum Elite Nepal Berubah?
1. Menyalahkan Para Penyusup yang Membakar Hotel
Melansir NDTV, para pemimpin pergerakan mengkritik Gen Z menjauhkan diri dari serangan pembakaran kemudian menyalahkan para penyusup, tetapi para analis menunjukkan meningkatnya rasa frustrasi menghadapi ketimpangan kekayaan di area Nepal serta persepsi korupsi di kepemimpinan urusan politik Nepal.
Sementara gedung parlemen, kantor perdana menteri, juga Mahkamah Agung masih terbakar, para pelaku pembakaran juga menyerang hotel-hotel bintang lima, termasuk Hilton, Hyatt Regency, dan juga Varnabas Museum Hotel.
Hyatt Regency, sebuah properti luas pada dekat Stupa Boudhanath, salah satu situs Buddha terpenting dalam Nepal kemudian daya tarik bagi wisatawan, dirusak oleh para pengunjuk rasa, ungkap Bhushan Rane, manajer kantor depan hotel, terhadap Reuters.
Tidak ada tamu atau staf yang terluka, tambah Rane. Akibat kerusuhan politik, hotel akan masih ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut lanjut.















